Inilah Peraih Bisnis Indonesia Award 2019 dan Outstanding Minister 2019

Bisnis Indonesia malam hari ini, Jumat (12/7/2019), menggelar malam penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019.
Bisnis Indonesia Award
Bisnis Indonesia Award - Bisnis.com 12 Juli 2019 21:42 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis Indonesia malam hari ini, Jumat (12/7/2019), menggelar malam penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019.

Sebanyak 96 nominee dari 15 kategori akan memperebutkan 15 penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019.

Simak live streaming-nya dari akun Youtube BisnisTV.

12 Juli 2019 21:18 WIB

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meraih penghargaaan Oustanding Minister

12 Juli 2019 21:16 WIB

Menkeu Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meraih penghargaan Oustanding Minister.

12 Juli 2019 21:05 WIB

Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meraih penghargaan Oustanding Minister.

12 Juli 2019 21:19 WIB

5 Oustanding Minister

Daftar 5 Menteri peraih penghargaan Oustanding Minister:

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri BUMN Rini Soemarno
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Bisnis Indonesia Award 2019 makin spesial karena kami memberikan penghargaan kepada sejumlah menteri bidang ekonomi yang memiliki kinerja menonjolpada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Ini merupakan bentuk apresiasi Bisnis Indonesiayang dari waktu ke waktu mengikuti sepak terjang para pembantu presiden tersebut.

Secara garis besar, penilaian oleh Redaksi Bisnis Indonesia didasarkan pada inovasi dan prestasi menteri/ yang telah menjadi pengungkit bagi perubahan ekonomi dan bisnis di Indonesia menjadi lebih baik. Hal yang kalah penting, kami juga menilai kemampuan para menteri untuk berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan lain sehingga kebijakan mereka efektif dan menjadikan situasi bisnis lebih kondusif.

Dari 5 outstanding minister terpilih, rata-rata memiliki karya monumental yang diakui oleh khalayak dan mendapat dukungan publik secara luas, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Bapak Ibu Sekalian, kami boleh sedikit sesumbar, dalam lima tahun terakhir, Bisnis Indonesia merupakan media paling intensif yang mengikuti segala sepak terjang para menteri ekonomi dan diabadikan dalam pemberitaan sehari-hari.

Memilih menteri berprestasi ini juga tidak mudah karena setiap kandidat bukan tanpa kelemahan, bahkan tak sedikit dari mereka mereka cukup kontroversial dan gemar berkonflik dengan menteri lainnya. Namun, dalam banyak perdebatan di ruang redaksikami semua bersepakat, tak akan tertukar mana loyang, mana emas.

Liputan Bisnis Indonesia yang tersegmentasi dalam sektor-sektor bisnismemudahkan kami menelusuri jejak rekam masing masing menteri. Kami menilai kemampuan mereka dalam menerjemahkan visi pemerintahan Jokowi yang terangkum pada sejumlah kata kunci seperti percepatan pembangunan infrastruktur, APBN yang kredibel, tidak memunggungi laut dan kemandirian energi.

Kami berharap, penghargaan terhadap Outstanding Minister  ini  dapat memacu kinerja yang lebih baik di masa depan, apalagi bila para menteri ini kembali dipercaya Presiden untuk satu periode yang akan datang. Kami juga berharap, figur-figur terpilih bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat luas.

Akhir kata, mewakili Redaksi Bisnis Indonesia saya mengucapkan selamat kepada para Outstanding Minister yang terpilih, juga –tentu saja-- para pemenang Bisnis Indonesia Award 2019. Semoga, kita bisa bertemu lagi dalam kesempatan yang akan datang.

(Pemred Bisnis Indonesia – Hery Trianto)

12 Juli 2019 21:14 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima penghargaan Outstanding Minister dalam Bisnis Indonesia Award.

Jonan mengatakan pemerintah terus berupaya mendorong pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dia mencontohkan, seperti peningkatan elektrifikasi dan prgoram BBM Satu Harga.

"Sekarang sekitar 1.000 kecamatan belum memiliki lembaga penyalur BBM, nah ini yang kami dorong pelan-pelan. Kami harapkan nanti BP, Shell dan Exxonmobil bisa ikut membantu," katanya, dalam sambutan Bisnis Indonesia Award, Jumat (12/7/2019).

Sementara itu, untuk tingkat elektrifikasi, saat ini sudah mencapai 98,3%. Tahun ini pemerintah mendorong tingkat elektrifikasi mencapai 99,9%.

Dalam menakhodai Kementerian ESDM, Jonan berhasil mengawal divestasi saham PT Freeport Indonesia, alih kelola Blok Rokan dan penandatanganan revisi rencana pengembangan (POD) Blok Masela. (David Eka Issetiabudi)

12 Juli 2019 21:05 WIB

Menteri BUMN Rini M. Soemarno

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno mendapatkan penghargaan khusus Outstanding Minister dalam Bisnis Indonesia Award 2019.

Dalam kesempatan itu, Rini yang tengah berada di Selandia Baru diwakili oleh Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo.

Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia Group di Raffles Hotel, Ciputra World 1, Jakarta, Jumat (12/7/2019) malam.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bisnis Indonesia,” ujar Gatot mewakili Rini.

Rini lahir di Maryland, Amerika Serikat, pada 9 Juni 1958. Dia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Wellesley College, Massachussets, Amerika Serikat.

Selain di pemerintahan, Rini juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra International Tbk. periode 1998—2000.

Pada 2001—2004, dia mengisi posisi Menteri Perindustrian dan Perdagangan dalam Kabinet Gotong Royong.

Selanjutnya, dia ditunjuk sebagi Menteri BUMN terhitung sejak 27 Oktober 2014.

Selain Rini, empat Menteri lainnya yang juga mendapatkan penghargaan Outstanding Minister dalam BIA 2019 yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (M. Nurhadi Pratomo)

12 Juli 2019 20:58 WIB

15 Emiten Peraih BIA 2019

Berikut daftar selengkapnya 15 emiten peraih penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019

No

Sektor

Nama Perusahaan

1

Sektor Pertanian

Astra Agro Lestari Tbk

2

Sektor Pertambangan

Bayan Resources Tbk

3

Sektor Industri Dasar dan Kimia

Mark Dynamics Indonesia Tbk

4

Sektor Aneka Industri

Sri Rejeki Isman Tbk

5

Sektor Insdustri Barang Konsumsi

Buyung Poetra Sembada Tbk

6

Sektor Properti dan Real Estate

Pakuwon Jati Tbk

7

Sektor Infrastruktur, Utulitas dan Transportasi

Bukaka Teknik Utama Tbk

8

Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi

Sona Topas Tourism Industry Tbk

No

Sektor

Nama Perusahaan

1

Bank Persero

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

2

Bank Umum Swasta Devisa

Bank Central Asia Tbk

3

Bank Umum Swasta Non-Devisa

Bank Mandiri Taspen

4

Bank Pembangunan Daerah

BPD Kalimantan Tengah

5

Bank Campuran

Bank BNP Paribas Indonesia

6

Bank Asing

Bank of China Limited

7

Multifinance

Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

12 Juli 2019 20:54 WIB

Suprajarto CEO of The Year

Direktur Utama BRI Suprajarto berhasil meraih penghargaan sebagai CEO of The Year dalam Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019.

Dalan sambutannya, Suprajarto mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya merupakan milik seluruh insan perseroan yang sudah bekerja dengan militan.

"Ini penghargaan untuk seluruh insan BRI yang sangat militan dan kinerjanya membanggakan untuk bangsa dan negara," katanya, Kamis (12/7/2019).

Sementara itu, sepak terjang Suprajarto menjadi nahkoda BRI di mulai pada Maret 2017, kinerja BRI semakin cemerlang di tengah tantangan industri jasa keuangan yang semakin kompleks dan kompetisi global. Bank dengan visi The Most Valuable Bank in South East Asia pada 2022 itu mencatatkan torehan laba tertinggi di Tanah Air berturut-turut dalam 14 tahun terakhir.

Di bawah kepemimpinan Suprajarto, laba BRI tumbuh 10,69% menjadi Rp28,99 triliun dan asetnya naik 12,26% menjadi Rp1.126 triliun sepanjang 2017. Pada tahun kedua yakni 2018, laba dan asetnya tembus Rp32,4 triliun dan Rp1.296,9 triliun, masing-masing naik 11,6% dan 15,2%. Mengawali tahun ketiga ini, performa BRI masih terjaga dengan kenaikan laba 10,42% menjadi Rp8,20 triliun per akhir kuartal I.

Salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap kenaikan profitabilitas BRI yakni efisiensi bisnis. Strategi yang dilakukan pria kelahiran Yogyakarta 28 Agustus 1956 itu adalah dengan terus mendorong transformasi teknologi, sumber daya manusia dan proses bisnis di BRI sebagai siasat menyikapi i tren penurunan margin perbankan.

Kiprah pemilik gelar Doktor bidang Manajemen Bisnis dari Universitas Padjajaran, Bandung, dalam membawa perubahan di BRI telah mendapatkan beberapa pengakuan. Teranyar, dia dianugrahi penghargaan The Asian Banker CEO Leadership Achievement dari majalah ekonomi terkemuka di Asia, The Asian Banker, pada akhir Mei lalu.

Walau masih terbilang baru menjadi CEO di BRI, Suprajarto merupakan bankir yang banyak makan asam garam. Boleh dibilang peranannya di BRI juga cukup besar dalam belasan tahun terakhir. Beberapa jabatan sempat dia emban mulai dari Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan, Pemimpin Wilayah Jakarta 1 serta Kepala Regional BRI Jakarta. Dia mulai masuk jajaran direksi pada 2007-2015 yakni sebagai Direktur Jaringan dan Layanan serta Direktur Jaringan dan Operasional BRI. (Ipak Ayu)

12 Juli 2019 20:53 WIB

WOM Finance

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk meraih penghargaan sebagai terbaik emiten terbaik kategori Multifinance

12 Juli 2019 20:51 WIB

Bank of China (BOC)

Bank of China atau BOC berhasil meraih penghargaan sebagai Bank Asing terbaik dalam Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019 di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

BOC pada tahun lalu berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 37,5% yoy menjadi Rp36,3 triliun dari Rp26,4 triliun pada 2017. Dari sisi laba perseroan juga tercatat naik 60,6% yoy menjadi Rp662,4 miliar dari Rp412,2 miliar pada 2017. 

Sementara itu dari fungsi intermediasi, BOC telah melakukan penyaluran kredit hingga Desember 2018 sebanyak Rp17,1 triliun naik dari Rp14 triliun pada 2017. Dana pihak ketiga atau DPK juga melejit menjadi Rp22,4 triliun per Desember 2018 dari Rp12,6 triliun per 2017.   

BOC yang merupakan bank tertua di China dan resmi membuka kembali cabangnya di Jakarta pada 2003 dalam ini pun terus berupaya mempertahankan pertumbuhan kinerja. 

Sebelumnya pada periode 2016, Bank yang mengklaim memiliki posisi pasar yang kuat di semua bisnis utama dan unggul dalam bisnis lintas batas serta RMB ini masih mencatatkan penurunan aset menjadi Rp22 triliun tetapi dengan kenaikan laba sebesar Rp441,3 miliar. (Ipak Ayu)

12 Juli 2019 20:50 WIB

PT Bank BNP Paribas Indonesia

PT Bank BNP Paribas Indonesia berhasil raih penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019 dengan kategori bank campuran terbaik.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, perseroan membukan pertumbuhan yang solid dalam tiga tahun terakhir. Teranyar, per Maret 2019, laba perusahaan naik 81,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp178,3 miliar.

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi satu pendorong. Selisih bunga kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 51,24% yoy menjadi Rp158,5 miliar.

Pada tahun lalu, laba bank sempat tergerus. BNP Paribas mencatat laba turun 34,9% yoy menjadi Rp247,2 miliar. Kendati demikian pada periode itu bank campuran ini berhasil naik kelas menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) III per September 2018.

Perusahaan induk menyuntikan dana sebesar Rp2,8 triliun. Hal ini pun membuat modal inti perseroan naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp5,27 triliun.

Sementara itu pada 2017, perusahaan membukan laba bersih Rp380,1 miliar atau naik 34,5% yoy. Realisasi ini dicapai dengan posisi net interest margin (NIM) 2,3%.

Adapun capaian laba pada 2017 juga tidak terlepas dari efisiensi yang dilakukan perusahaan.

Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) untuk periode yang itu sebesar 54,6%. (Maria Elena)

12 Juli 2019 20:49 WIB

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) berhasil meraih penghargaan sebagai Bank Umum Swasta Non Devisa terbaik dalam Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019 di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Bank Mantap mengawali tahun ini dengan percaya diri. Perusahaan memacu penyaluran kredit hingga tumbuh 40,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp16,77 triliun per kuartal I/2019. Pendorong utama ekspansi adalah segmen nasabah pensiunan.

Penyaluran kredit pensiunan Bank Mantap mencapai 91,29% dari total kredit yang disalurkan perseroan. Pada periode tersebut, kredit pensiunan tumbuh 51,5% secara tahunan.

Pertumbuhan kredit diimbangi oleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 41,7% menjadi Rp15,82 triliun. Pertumbuhan kredit dan DPK pun mengerek aset perseroan naik 40,7% secara tahunan menjadi Rp21,60 triliun.

Kinerja pada awal tahun ini merupakan lanjutan capaian positif selama tiga tahun terakhir. Pada penghujung 2018, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini menyalurkan kredit sebesar Rp15,52 triliun, naik 47,7% yoy. Mayoritas atau Rp14 triliun disalurkan ke segmen pensiunan, sedangkan sekitar Rp1,5 triliun sisanya merupakan kredit mikro ritel.

Pada 2017, fungsi intermediasi Bank Mantap tumbuh tiga digit atau 113,1% yoy menjadi Rp10,51 triliun. Sedari awal bank hasil patungan Bank Mandiri, PT Taspen (Persero), dan PT Pos Indonesia ini mengincar debitur pensiunan. (Ipak Ayu)

12 Juli 2019 20:48 WIB

Bank Kalteng

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) raih penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019 dengan kategori bank pembangunan daerah terbaik.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, Bank Kalteng merupakan salah satu BPD yang mampu menjaga kinerja positif sepanjang 3 tahun terakhir.

Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp226,98 miliar atau naik 9,11% secara tahunan pada 2018, melanjutkan capaian positif pada 2016 dan 2017 dengan masing-masingnya tercatat sebesar Rp190,24 miliar dan Rp208,02 miliar.

Di samping itu aset perseroan juga tercatat meningkat menjadi Rp7,87 triliun atau naik sebesar 26,48 triliun pada 2018. Tahun sebelumnya, aset Bank Kalteng tercatat sebesar Rp6,22 triliun atau naik 6,29%.

Kenaikan tersebut didorong oleh laju positif himpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan yang tumbuh 31,06% menjadi sebesar Rp6,10 triliun pada 2018.

Sementara, perseroan juga mampu menjaga pertumbuhan penyaluran kredit dua digit selama 3 tahun berturut-turut dari hingga 2018, masing-masingnya tercatat sebesar Rp4,07 triliun, Rp4,50 triliun, Rp5,20 triliun dengan pertumbuhan 11,95%, 10,56%, dan 16,6%. (Maria Elena)

12 Juli 2019 20:43 WIB

PT Bank Central Asia Tbk.

PT Bank Central Asia Tbk. berhasil meraih penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019 dengan kategori bank umum swasta devisa terbaik.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, Bank BCA merupakan salah bank yang mencatatkan pertumbuhan laba secara gradual dalam tiga tahun terakhir ini.

Laba bersih perseroan pada 2018 tercatat sebesar Rp25,85 triliun, naik dari raihan 2016 dan 2017 yang masing-masing mencapai Rp20,60 triliun dan Rp23,31 triliun.

Peningkatan profit tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang juga kuat. Tahun lalu, kredit emiten berkode BBCA ini tumbuh 15,1%, sedangkan DPK tumbuh 8,4%.

Bank swasta dengan aset terbesar di Tanah Air ini juga secara konsisten menekan rasio kredit bermasalah dalam tiga tahun belakangan.

Non performing loan (NPL) gross yang sempat menyentuh 2,9% pada 2016, tetapi secara konsisten mampu ditekan ke posisi 2,6% pada 2017, dan lebih rendah lagi ke 2,4% pada 2018.

Perseroan juga mampu menjaga rasio kecukupan permodalan (capital adequacy ratio/CAR) di kisaran 23%.

Hal tersebut mendeskripsikan bahwa kemampuan perseroan dalam meningkatkan ekspansi bisnis, dan mencetak laba lebih tinggi masih sangat terbuka. (Maria Elena)

12 Juli 2019 20:35 WIB

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berhasil meraih penghargaan emiten BUMN terbaik dalam Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama BRI Suprajarto pada Jumat (12/7) di Raffles Hotel, Jakarta Selatan.

Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. merupakan bank pelat merah yang memiliki fokus kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah membuatnya dikenal sebagai Bank Wong Cilik.

BRI awalnya berdiri dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto yang didirikan pada 16 Desember 1895.

Pada akhir 2018, bank BRI didukung anak usahanya masih mampu mempertahankan posisinya sebagai bank dengan aset tertinggi di Indonesia yakni sebesar Rp1.296,9 triliun, tumbuh 15,2% dibandingkan 2017.

Pertumbuhan aset tersebut didukung oleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12,2% (year on year/YoY) menjadi Rp944,3 triliun dan kenaikan kedit sebesar 14,1% (YoY) menjadi Rp843,6 triliun. Porsi portofolio yang disalurkan ke segmen UMKM pun meningkat dibandingkan 2017 menjadi sebesar 76,5% dari total atau sekitar Rp645,7%.

Emiten berkode saham BBRI ini mampu mencetak laba bersih sebesar Rp32,4 triliun pada tahun lalu, tumbuh 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain dari sisi fungsi intermediasi, pertumbuhan profitabilitas Bank Wong Cilik itu juga ditopang oleh upaya efisiensi bisnis yang tampak dari penurunan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional ke level 70%. (Ipak Ayu)

12 Juli 2019 20:32 WIB

PT Bukaka Teknik Utama Tbk

PT Bukaka Teknik Utama Tbk. meraih penghargaan sebagai emiten terbaik kategori Infrastruktur, Utulitas dan Transportasi.

Pada kuartal I/2019, emiten dengan kode saham BUKK sukses mengantongi pendapatan kontrak konstruksi dan non konstruksi Rp1,74 triliun, naik 121,15% dari Rp786,79 miliar pada kuartal I/2018.

Laba bersih juga meningkat 114,12%, dari
Rp88,03 miliar pada kuartal I/2018 menjadi Rp188,49 miliar pada kuartal I/2019.

Perseroan tercatat memiliki total aset Rp4,58 triliun per 31 Maret 2019, naik 3,85% dari Rp4,41 triliun per 31 Desember 2018. (Azizah Nur Alfi)

12 Juli 2019 20:31 WIB

PT Pakuwon Jati Tbk

PT Pakuwon Jati Tbk. meraih penghargaan sebagai emiten terbaik kategori Properti dan Real Estate.

PT Pakuwon Jati Tbk menjadi yang paling perkasa di sektor properti & real estate dalam ajang penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019.

Emiten berkode saham PWON tersebut berhasil menyabet penghargaan di tengah tingginya kebutuhan tempat tinggal baik rumah maupun apartemen yang menjadi salah satu katalisator kinerja emiten.

12 Juli 2019 20:30 WIB

PT Sona Topas Tourism Industry Tbk

PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. menerima penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019 untuk kategori emiten terbaik sektor perdagangan, jasa, dan investasi.

Penghargaan itu diserahkan kepada perseroan oleh Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto.

Setelah membalikkan posisi kerugian Rp15 miliar pada 2016 menjadi laba bersih Rp54 miliar pada 2017, Sona Topas Tourism Industry mampu melanjutkan kinerja positif pada 2018.

Pada 2018, emiten bersandi saham SONA itu membukukan pendapatan Rp1,97 triliun atau naik 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari situ, laba bersih bersih yang dikantongi tumbuh 128% secara tahunan dari Rp54 miliar pada 2017 menjadi Rp124 miliar.

Pertumbuhan itu ditopang dari naiknya pendapatan dari toko bebas bea 24% secara tahunan menjadi Rp1,78 triliun. SONA terus merespons perkembangan pasar khususnya kenaikan kunjungan wisatawan dari China untuk mengerek pendapatan.

Per akhir Desember 2018, perseroan memiliki jumlah aset Rp1,25 triliun atau naik 10% secara tahunan. Jumlah itu terdiri atas aset lancar Rp998 miliar dan aset tidak lancar Rp253 miliar.

Emiten yang mengawali perjalanan bisnisnya sebagai biro perjalanan wisata itu kini telah melebarkan sayapnya ke pengoperasian toko bebas bea atau duty free. Usaha ritel itu dijalankan melalui anak usaha PT Inti Dufree Promosindo (IDP) dan PT Arthamulia Indah (AMI).

Adapun, penjualan dari segmen toko bebas bea menjadi kontributor terbesar pendapatan disusul oleh segmen toko ritel dan perjalanan pada 2018. (M. Nurhadi Pratomo)

12 Juli 2019 20:29 WIB

PT Sri Rejeki Isman Tbk

PT Sri Rejeki Isman Tbk. meraih penghargaan sebagai emiten terbaik kategori Aneka Industri.

Pada 2019, perseroan mengincar pendapatan sekitar US$1,19 miliar atau tumbuh 15% secara tahunan, serta laba tahun berjalan sebesar US$88,79 juta atau tumbuh 5% secara tahunan.

Hingga kuartal I/2019, perseroan mencatat penjualan tumbuh 18,30% secara tahunan menjadi US$316,85 juta. Sebesar 60% dikontribusikan dari penjualan ekspor. Sementara, 40% lainnya berasal dari penjualan domestik.

Perseroan terus memperluas pasar ekspor di antaranya dengan meningkatkan penjualan ke Afrika, Jepang, dan Amerika Serikat.

Perusahaan tekstil dan garmen ini memiliki total aset US$1,40 miliar per 31 Maret 2019, naik 2,94% dari total aset US$1,36 miliar per 31 Desember 2018. (Azizah Nur Alfi)

12 Juli 2019 20:27 WIB

PT Astra Agro Lestari Tbk

PT Astra Agro Lestari Tbk. meraih penghargaan sebagai emiten terbaik kategori Pertanian.

Emiten perkebunan kelapa sawit itu berhasil keluar sebagai pemenang dengan melampaui enam emiten serupa. Adapun enam nominator lainnya adalah
PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk, PT Dharma Satya Nusantara Tbk, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, PT Sampoerna Agro Tbk, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, dan PT Tunas Baru Lampung Tbk.

Sebagai informasi, sektor perkebunan kelapa sawit tengah dirundung awan mendung akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dan hambatan ekspor dari Uni Eropa. Akibatnya harga komoditas yang fluktuatif masih menjadi penentu kinerja emiten-emiten di  sektor agribisnis. Sejumlah faktor turut menentukan produktivitas tanaman yang dikelola oleh  perusahaan pertanian dan perkebunan.

Komisaris Utama Bisnis Indonesia, Hariyadi B. Sukamdani mengatakan para pemenag BIA adalah perusahaan yang mampu menjaga stabilitas kinerja di tengah masa sulit dan dapat melakukan konsolidasi untuk mencatatka pertumbuhan dengan baik. Adapun penjurian didasarkan kepada laporan keuangan periode 2016-2018 dimana masa psrtumbuhan ekonomi sangat dinamis.

"Korporasi yang berhasil mencatakan kinerja keuangan dengan baik dan berada di koridor praktik operasional yang bertanggung jawab menjadi dasar penerimaan BIA," katanya.

Menurutnya perseroan yang berhasil menorehkan kinerja dan prestasi yang gemilang, serta memiliki konsistensi untuk senantiasa berada dalam koridor praktik berbisnis yang baik, tentu selayaknya memperoleh apresiasi.

Sebagai informasi, emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) membukukan pendapatan Rp4,23 triliun pada kuartal I/2019. Perinciannya, pendapatan dari segmen minyak sawit mentah dan turunannya senilai Rp3,81 triliun, inti sawit dan turunannya Rp370,66 miliar, dan pemasukan lain Rp50,54 miliar.

Secara geografis, pendapatan bersih paling banyak berasal dari Sulawesi senilai Rp2,47 triliun, selanjutnya Sumatra Rp1,98 triliun, dan Kalimantan Rp1,49 triliun. Total pendapatan Rp5,96 triliun kemudian terkena eliminasi Rp1,72 triliun, sehingga hanya mencapai Rp4,23 triliun. (Pandu Gumilar)

12 Juli 2019 20:26 WIB

PT Buyung Poetra Sembada Tbk.

PT Buyung Poetra Sembada meraih penghargaan dalam ajang tahunan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019, di sektor industri barang konsumsi.

Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto menyerahkan penghargaan kepada Presiden Direktur Buyung Poetra Sembada Sukarto.

Berdasarkan laporan keuangan 2018, emiten dengan kode saham HOKI ini, mencetak penjualan Rp1,43 triliun atau naik 18,32% secara tahunan, serta laba bersih naik 88,07% menjadi Rp90,20 miliar.

Di tahun ini, HOKI mengincar penjualan dapat mencapai sekitar Rp1,65 triliun atau naik 15%. Hingga 31 Maret 2019, produsen beras kemasan ini mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp398,62 miliar atau tumbuh 4,78% secara tahunan.

Perseroan memiliki total aset Rp801,90 miliar per 31 Maret 2019, naik 5,68% dari total aset Rp758,85 miliar per 31 Desember 2018. (Azizah Nur Alfi)

12 Juli 2019 20:25 WIB

PT Bayan Resources Tbk

PT Bayan Resources Tbk. mendapatkan penghargaan sebagai emiten terbaik sektor pertambangan dalam Bisnis Indonesia Award 2019.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama Bayan Resources Dato’ Dr. Low Tuck Kwong di di Raffles Hotel, Ciputra World 1, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, emiten berkode saham BYAN itu mengawali langkah dari akuisisi konsesi tambang batu bara untuk pertama kalinya pada 1997, Bayan Group menjelma menjadi salah satu produsen emas hitam terbesar di Indonesia. Kinerja keuangan yang solid dalam 3 tahun terakhir juga turut melambungkan pergerakan saham perseroan di pasar modal.

Pada rentang 2016—2018, PT Bayan Resources Tbk. mencetak kinerja keuangan cemerlang. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan 57,1% dari US$1,06 miliar pada 2017 menjadi US$1,67 miliar per 31 Desember 2018.

Keberhasilan perseroan menekan beban keuangan dari US$28,9 juta pada 2017 menjadi US$4,3 juta akhir tahun lalu menjadi salah satu faktor penopang kinerja 2018. Emiten bersandi BYAN itu mengamankan laba bersih US$524,3 juta atau naik 55,1% secara tahunan.

Dari sisi aset, total yang dimiliki US$1,15 miliar per 31 Desember 2018. Pertumbuhan 29,5% secara tahunan itu ditopang oleh peningkatan aset lancar 58,6% dan aset tidak lancar 13,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Rasio likuiditas perseroan tercatat sebesar 123,7% per akhir 2018 atau naik 21,3% dari pe riode yang sama tahun lalu. Kondisi itu disebabkan kenaikan kas dan setara kas serta persediaan yang sebagian diimbangi dengan peningkatan utang usaha, pinjaman jangka pendek, serta utang derivatif.

Solidnya kinerja keuangan juga berimplikasi terhadap kinerja saham perseroan di pasar modal. Total kapitalisasi pasar yang dimiliki meroket dari Rp33,3 triliun akhir 2017 menjadi Rp66,2 triliun per 31 Desember 2018.

BYAN masih fokus untuk menggeluti bisnis batu bara. Perseroan menargetkan dapat memproduksi emas hitam hingga 36 juta metrik ton pada 2019. (M. Nurhadi Pratomo)

12 Juli 2019 20:23 WIB

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk

MARK Jadi Terbaik di Sektor Industri Dasar dan Kimia

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. berhasil menjadi emiten dengan kinerja terbaik dari sektor industri dasar dan kimia dalam ajang tahunan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019.

Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto menyerahkan penghargaan kepada Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan Goh

Pada 2018, emiten dengan kode saham MARK ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp325,47 miliar atau tumbuh 35,73% secara tahunan. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp81,91 miliar, naik 74,05% secara tahunan.

Pada tahun ini, perseroan mengincar pendapatan sebesar Rp360 miliar, dan laba bersih Rp95 miliar.

Hingga kuartal I/2019, produsen cetakan sarung tangan ini, memgantongi penjualan Rp88,06 miliar, tumbuh 12,22% secara tahunan. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat dikontribusikan kepada entitas induk Rp23,05 miliar, tumbuh 27,77% secara tahunan.

Perseroan memiliki total aset Rp379,75 miliar per 31 Maret 2019, naik 19,39% dari total aset Rp318,08 miliar per 31 Maret 2018. (azizah nur alfi)

12 Juli 2019 20:12 WIB

Simplexcity

Ketua Dewan Juri Bisnis Indonesia Award 2019 Roy Sembel merangkum proses penjurian tahun ini dalam sebuah kata.

“Simplexcity, ada dua hal, simple tetapi juga complexity,” ujarnya dalam Bisnis Indonesia Awards 2019 yang berlangsung di Raffles Hotel, Ciputra World 1, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Roy mengatakan sesuai tema yang diangkat tahun ini terdapat dua unsur yakni stability dan profitability. Menurutnya, stability adalah konsep yang simple.

“Tetapi untuk menciptakan profitability tidak se-simple itu. Perlu penghargaan di zaman serba volatitilitas,” jelasnya.

Dia membeberkan proses penjurian yang ditempuh terbilang panjang. Tahapan dimulai dari pengambilan data kuantitatif dari laporan keuangan yang sudah diaudit.

“Setelah itu ada diskusi kualitatif, kompleksnya di situ,” imbuhnya.

Roy mengucapkan selamat kepada para pemenang khususnya yang bisa bekerja dengan baik di tengah serba ketidakpastian. (M. Nurhadi Pratomo)

12 Juli 2019 20:08 WIB

Kolaborasi Sasando dan Mia Ismi

Mia Ismi meramaikan panggung gelaran Malam Anugerah Bisnis Indonesia Award 2019, dengan lantunan diiringi instrumen tradisional Sasando.  (Felix Jody Kinarwan).

12 Juli 2019 19:55 WIB

Sambutan Bapak Hariyadi Sukamdani

Ajang penghargaan kepada korporasi dengan kinerja terbaik di Indonesia diharapkan dapat memacu kinerja perseroan di segala sektor untuk menumbuhkan perekonomian nasional

Pada saat pembukaan ajang penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019, Komisaris Utama Bisnis Indonesia, Hariyadi B. Sukamdani berharap dengan diadakannya event ini dapat memacu kinerja perseroan di segala sektor. Pasalnya, Bisnis Indonesia hadir untuk mengapresiasi perseroan yang bisa membuktikan kinerja secara maksimal.

"Saya harap ajang Bisnis Indonesia Award bisa mendorong atau memacu kinerja perseroan menjadi lebih baik. Supaya dapat berkontribusi maksimal pada pertumbuhan ekonomi agar membawa manfaat kepada semua pihak," katanya pada Jumat (12/7).

Hariyadi mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang Bisnis Indonesia Award 2019. Semoga dengan apresiasi dari navigasi bisnis terpercaya dapat mendorong semangat perseroan untuk meraih target baru. Sementara untuk nominator yang belum bisa menang, dia berharap ajang ini bisa menjadi pemicu perseroan untuk bekerja lebih apik.

"Selamat kepada para penerima penghargaan malam ini," tegasnya.

Ada 96 nominee dari 15 kategori dalam Bisnis Award 2019. Yaitu Pertanian, Pertambangan, Sektor Industri Dasar & Kimia, Sektor Aneka Industri, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sektor Properti & Real Estate, Sektor Infrastruktur-Utilitas-Transportasi, Sektor Perdagangan-Jasa-Investasi, Bank UmumSwasta Devisa, Bank Umum Swasta Non-Devisa, Bank Pembangunan Daerah, Bank Persero, Bank Campuran, Bank Asing, dan Mutlifinance.

Bisnis Indonesia Award 2019 memilih perusahaan-perusahaan yang mampu tetap stabil dalam menjaga ekspansi bisnisnya di tengah dinamika usaha yang begitu cepat, sehingga pada tahun berikutnya mampu mencatat pertumbuhan dengan sangat baik.

Berkaitan dengan itu, ajang penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019 mengambil tema STABILITY & PROFITABILITY sebagai apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang mampu berkinerja dengan sangat baik tersebut. (Pandu Gumilar)

Berikut sambutan Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika (penerbit harian Bisnis) Bapak Hariyadi Sukamdani.

Para hadirin yang kami hormati

Bagi suatu perusahaan, tumbuh menjadi besar itu adalah penting, tetapi jauh lebih penting adalah pertumbuhan berkesinambungan.

Untuk itu, sebuah perusahaan perlu menjaga konsistensi pertumbuhan dengan sebuah perencanaan dan inovasi bisnis yang matang guna menjaga kinerja keuangan sekaligus daya saing dalam industri yang digeluti.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, Harian Bisnis Indonesia kembali kembali menyelenggarakan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019.

Kegiatan untuk ke-17 kalinya ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi, khususnya yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Adapun khusus untuk sektor keuangan, penghargaan bagi industri perbankan dan perusahaan multifinance diberikan kepada perusahaan terbuka maupun tertutup.

Kami menyadari, bahwa perjalanan Bisnis Indonesia sebagai navigasi bisnis terpercaya tidak akan sampai sejauh ini tanpa kepercayaan para pelanggan, narasumber dan mitra bisnis.

Karena itu, malam anugerah Bisnis Indonesia Award 2019 ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi Harian Bisnis Indonesia terhadap korporasi yang selama ini menjadi mitra bisnis, sumber informasi sekaligus pelanggan.

Para hadirin sekalian

Setiap tahun tema Bisnis Indonesia Award selalu menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi terkini, dengan pertimbangan perubahan dari faktor - faktor produksi dan operasi selama tiga tahun terakhir.

Kita tahu perekonomian nasional menghadapi tantangan yang tidak mudah. Sepanjang tahun 2018 lalu pertumbuhan ekonomi tetap mampu mencapai 5,17% meskipun masih di bawah target APBN yang 5,2%.

Seiring dengan itu, para pelaku bisnis juga menghadapi tantangan berupa tekanan nilai tukar dan perlambatan di beberapa sektor usaha.

Namun, di tengah kondisi ekonomi selama 2018 yang tidak mudah, masih ada korporasi yang tetap mampu mencapai pertumbuhan usaha sangat baik.

Berkaitan dengan itu, ajang penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019 mengambil tema “STABILITY & PROFITABILITY” sebagai apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang mampu berkinerja dengan sangat baik tersebut.

Hal ini dinilai sejalan dengan kesinambungan tema Bisnis Indonesia Award sebelumnya, di mana perusahaan yang mampu melakukan konsolidasi dan tetap stabil dalam cepatnya perubahan, seharusnya pada tahun berikutnya mampu mencatat pertumbuhan dengan sangat baik.

Seperti dengan ajang sebelumnya, penilaian BIA 2019, dihitung berdasarkan periode laporan keuangan selama tiga tahun terakhir, yaitu 2016 – 2018.

Periode tiga tahun tersebut menjadi fase pertumbuhan bisnis yang dinamis dan penuh dengan tantangan, terutama terhadap kinerja finansial perusahaan.

Korporasi yang atas usaha kerasnya berhasil mencatatkan kinerja dan prestasi yang gemilang, serta memiliki konsistensi untuk senantiasa berada dalam koridor praktek berbisnis yang baik, tentu selayaknya memperoleh apresiasi.

Inilah alasan mendasar dari penyelenggaraan BIA. Ajang yang dimulai sejak 2002 ini, juga memiliki tujuan yang lebih luas dan strategis, yakni mendorong dunia usaha di Indonesia untuk berkontribusi lebih maksimal dalam pembangunan perekonomian nasional.

Kami berharap dengan adanya upaya konsisten dari korporasi untuk menjaga pertumbuhan bisnisnya akan membawa lebih banyak manfaat bagi para pemangku kepentingan baik investor, rekan bisnis, pelanggan dan pemegang saham

Pada akhirnya, kami mengucapkan selamat kepada para penerima Bisnis Indonesia Award 2019 dan semoga penghargaan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kinerja di masa depan.

Terima Kasih

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

12 Juli 2019 18:06 WIB

Let's Start!

Suasana jelang Malam Anugerah Bisnis Indonesia Award 2019. Let's start!!!

12 Juli 2019 14:07 WIB

96 Nominee 15 Kategori

Ada 96 nominee dari 15 kategori dalam BIA 2019, yaitu Pertanian, Pertambangan, Sektor Industri Dasar & Kimia, Sektor Aneka Industri, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sektor Properti & Real Estate, Sektor Infrastruktur-Utilitas-Transportasi, Sektor Perdagangan-Jasa-Investasi, Bank UmumSwasta Devisa, Bank Umum Swasta Non-Devisa, Bank Pembangunan Daerah, Bank Persero, Bank Campuran, Bank Asing, dan Mutlifinance.

Rata-rata setiap kategori menghadirkan 7 nominee, kecuali empat kategori, yaitu Bank Persero (4 nominee), Bank Campuran (6), Bank Asing (4), dan Mutlifinance (5).

BIA 2019 akan memilih perusahaan-perusahaan yang mampu tetap stabil dalam menjaga ekspansi bisnisnya di tengah dinamika usaha yang begitu cepat, sehingga pada tahun berikutnya mampu mencatat pertumbuhan dengan sangat baik.

Berkaitan dengan itu, ajang penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019 mengambil tema STABILITY & PROFITABILITY sebagai apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang mampu berkinerja dengan sangat baik tersebut.

Tema tersebut juga terkait dengan dengan perhitungan award untuk BIA 2019 adalah periode laporan keuangan selama 3 tahun terakhir, yaitu 2016—2018.
Emiten-emiten yang atas usaha kerasnya berhasil menorehkan kinerja dan prestasi yang gemilang, serta memiliki konsistensi untuk senantiasa berada dalam koridor praktik berbisnis yang baik, tentu selayaknya memperoleh apresiasi.

Dari hasil riset dan verifikasi Bisnis Indonesia Konsultan (BIK) serta penilaian dewan juri, terdapat sejumlah nominee yang akan dipilih satu emiten untuk ditetapkan sebagai penerima penghargaan bergengsi: Bisnis Indonesia Award.
Dan, inilah para nominee untuk masing-masing kategori:

Sektor Pertanian

Harga komoditas yang fluktuatif masih menjadi penentu kinerja emiten-emiten di  sektor agribisnis. Sejumlah faktor turut menentukan produktivitas tanaman yang dikelola oleh  perusahaan pertanian dan perkebunan.
Sepanjang 2018, sejumlah emiten pertanian mampu mencetak kinerja, baik produktivitas maupun penjualan dengan baik. Berikut nominee sektor pertanian yang terpilih dari 20 emiten:

- PT Astra Agro Lestari Tbk
- PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk
- PT PP London Sumatra Indonesia Tbk
- PT Sampoerna Agro Tbk
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
- PT Tunas Baru Lampung Tbk

Sektor Pertambangan

Komoditas batu bara masih menjadi primadona untuk menopang kinerja emiten pertambangan. Dari total 47 emiten sektor pertambangan, tercatat sebanyak 28 perusahaan yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP.

Tim juri telah melakukan penilaian dan nominee yang terpilih sebagai berikut:

- PT Baramulti Suksessarana Tbk
- PT Bayan Resources Tbk
- PT Bukit Asam Tbk
- PT Indika Energy Tbk
- PT Kapuas Prima Coal Tbk
- PT Mitrabara Adiperdana Tbk
- PT Samindo Resources Tbk

Sektor Industri Dasar & Kimia

Permintaan pasar yang tetap tinggi seiring dengan perekonomian yang masih tumbuh dengan baik menjadi salah satu pendorong kinerja emiten ini.

Sebanyak 57 dari total 71 emiten sektor industri dasar dan kimia yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP, terpilih nominee sebagai berikut:

- PT Champion Pacific Indonesia Tbk
- PT Mark Dynamics Indonesia Tbk
- PT Ekadharma International Tbk
- PT Fajar Surya Wisesa Tbk
- PT Intanwijaya Internasional Tbk
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk
- PT Wijaya Karya Beton Tbk

Sektor Aneka Industri
Momentum pertumbuhan kinerja juga dialami oleh sejumlah emiten di sektor industri lainnya seperti garmen dan otomotif. Peningkatan penjualan kebutuhan sandang seperti pakaian dan penjualan mobil yang membaik, menjadi katalisator kinerja positif sektor ini.

Sebanyak 30 dari total 45 emiten sektor aneka industri yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP, terpilih nominee sebagai berikut:

- PT Jembo Cable Company Tbk
- PT Indo Kordsa Tbk
- PT Indospring Tbk
- PT Kabelindo Murni Tbk
- PT Prima Alloy Steel Universal Tbk
- PT Sri Rejeki Isman Tbk
- PT Trisula Textile Industries Tbk

Sektor Industri Barang Konsumsi

Kebutuhan pangan yang tinggi diiringi perubahan pola konsumsi oleh masyarakat menjadi tantangan emiten sektor konsumsi pada tahun lalu.

Sebanyak 38 dari total 50 emiten sektor industri barang konsumsi yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP, terpilih nominee sebagai berikut:

- PT Delta Djakarta Tbk
- PT Buyung Poetra Sembada Tbk
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
- PT Multi Bintang Indonesia Tbk
- PT Sariguna Primatirta Tbk
- PT Unilever Indonesia Tbk
- PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk

Sektor Properti & Real Estate

Masih tingginya kebutuhan tempat tinggal baik rumah maupun apartemen menjadi salah satu katalisator kinerja emiten. Sebanyak 53 dari total 72 emiten sektor ini yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP, terpilih nominee sebagai berikut:

- PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk
- PT Duta Pertiwi Tbk
- PT Jaya Real Property Tbk
- PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk
- PT Pakuwon Jati Tbk
- PT PP Properti Tbk
- PT Wijaya Karya Tbk

Sektor Infrastruktur, Utilitas, & Transportasi

Pembangunan infrastruktur fisik menjadi salah satu prioritas utama pemerintah yang juga berdampak terhadap perusahaan dari berbagai sektor terkait, termasuk perusahaan sektor konstruksi dan sarana pendukung.
Sebanyak 45 dari total 71 emiten sektor ini yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP, terpilih nominee sebagai berikut:

- PT Bukaka Teknik Utama Tbk
- PT Cikarang Listrindo Tbk
- PT Jasa Armada Indonesia Tbk
- PT Pelita Samudera Shipping Tbk
- PT Rukun Raharja Tbk
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk
- PT Silo Maritime Perdana Tbk

Sektor Perdagangan, Jasa, & Investasi

Aktivitas konsumsi rumah tangga yang membaik menopang kinerja emiten sektor ini. Sebanyak 105 dari total 152 emiten sektor ini yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP, terpilih nominee sebagai berikut:

- PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk
- PT Media Nusantara Citra Tbk
- PT Metrodata Electronics Tbk
- PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk
- PT Sona Topas Tourism Industry Tbk
- PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk

Bank UmumSwasta Devisa

Kelompok bank umum swasta nasional devisa terus menunjukkan kebangkitan sejak 2016 dengan membukukan pertumbuhan laba bersih dengan konsisten.
Dari total 43 bank, semuanya telah mempublikasikan laporan keuangan sebelum 30 April 2019 dengan opini WTP. Berikut nomineenya:

- PT Bank Central Asia Tbk
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk
- PT Bank KEB Hana Indonesia
- PT Bank OCBC NISP Tbk
- PT Bank Mestika Dharma Tbk
- PT Bank Multiarta Sentosa
-PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk

Bank Umum Swasta Non-Devisa

Kinerja bank umum swasta nondevisa dalam beberapa tahun terakhir penuh dengan tantangan. Namun, Bisnis Indonesia Award 2019 masih mencatatkan kinerja beberapa bank yang positif pada kelas ini.

Dari total 21 bank, semuanya telah mempublikasikan laporan keuangan sebelum 30 April 2019 dengan opini WTP. Berikut nomineenya:

- PT Bank Amar Indonesia
- PT Bank BCA Syariah
- PT Bank Bisnis Internasional
- PT Bank Fama International
- PT Bank Ina Perdana Tbk
- PT Bank Jasa Jakarta
- PT Bank Mandiri Taspen

Bank Pembangunan Daerah

Kinerja BPD selama tiga tahun terakhir terbilang positif. Kinerja intermediasi bank-bank milik pemda semakin baik meski masih mengandalkan dana pemerintah daerah.

Selain itu, mayoritas BPD mampu mencetak laba signifikan. Dari total 27 bank, semuanya telah mempublikasikan laporan keuangan sebelum 30 April 2019 dengan opini WTP. Berikut nomineenya:

- PT Bank Maluku
- PT BPD Jambi
- PT BPD Jawa Timur Tbk
- PT BPD Kalimantan Tengah
- PT BPD Sulselbar
- PT BPD Sulawesi Tengah
- PT BPD Sulawesi Tenggara

Bank Persero
Proses konsolidasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir membuahkan hasil signifikan. Dari total bank persero sebanyak 4 bank, semuanya telah mempublikasikan laporan keuangan sebelum  30 April 2019 dengan opini WTP. Berikut  nomineenya:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Bank Campuran

Bank campuran masih membukukan kinerja yang lebih baik dengan mengandalkan segmen ritel dan konsumer.
Dari total 11 bank, semuanya telah mempublikasikan laporan keuangan sebelum 30 April 2019 dengan opini WTP. Berikut nomineenya:

PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank BNP Paribas Indonesia
PT Bank CTBC Indonesia
PT Bank Commonwealth Indonesia
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Resona Perdania

Bank Asing

Kinerja bank asing terlihat dari kontribusi dan dukungan terhadap pendanaan proyek-proyek infrastruktur.

Dari total 9 bank, semuanya telah mempublikasikan laporan keuangan sebelum 30 April 2019 dengan opini WTP. Berikut nomineenya:

- Bank of China Limited
- Citibank NA
- Deutsche Bank AG
- Standard Chartered Bank

Multifinance

Pembiayaan konsumsen masih menjadi andalan perusahaan multifinance untuk mencetak kinerja terbaik.
Sebanyak 13 dari total 16 emiten sektor ini yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP, terpilih nominee sebagai berikut:

- PT Batavia Prosperindo Finance Tbk
- PT First Indo American Leasing Tbk
- PT Tifa Finance Tbk
- PT Trust Finance Indonesia Tbk
- PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

12 Juli 2019 13:48 WIB

Mengapresiasi Kinerja Stabil Korporasi

Cara paling cepat mengenal sebuah korporasi adalah mempelajari detail laporan keuangannya. Tentu saja, ada metode lain yang lebih presisi melalui uji tuntas; tapi biasanya untuk tujuan transaksi besar seperti merger atau akuisisi.

Dengan laporan keuangan, kita bisa tahu rekam jejak sebuah perusahaan, mengukur konsistensi keuangan, juga kualitas asetnya. Ini bisa menjadi dasar pengambilan keputusan, termasuk rencana bisnis ke depan.

Adapun bagi para investor, salah satu pertimbangan membeli saham perusahaan publik adalah konsistensi pertumbuhan bisnisnya. Selain penjualan, investor berhasrat memastikan perolehan laba berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Singkatnya, saham emiten yang secara konsisten menjaga stabilitas pertumbuhan laba; dari tahun ke ta­­hun makin besar berbanding lu­­rus dengan perkembangan bisnis, pan­­tas untuk jadi incaran.

Tumbuh be­­sar penting, tetapi jauh lebih pen­­ting adalah pertumbuhan berke­si­nam­bungan. Ini sangat istimewa.

Menjaga stabilitas bisnis di tengah turbulensi perekonomian pasti tidak mudah. Apalagi berbarengan dengan hajatan pemilu yang sangat rentan ketidakpastian sehingga menjadikan pebisnis memilih menunggu untuk ekspansi.

Hanya perusahaan yang berani mengambil risiko dan pandai memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan bisa menjaga stabilitas bisnis sekaligus profitabilitasnya. Masalahnya tak banyak perusahaan yang bisa secara konsisten stabil dan terus-menerus laba, karena memenangkan bisnis bukanlah sebuah pertarungan mudah.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, kami kembali menyelenggarakan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2019, sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Di ajang kali ini, kami mengambil tema Stability + Profitability.

Ajang Bisnis Indonesia Award yang dimulai sejak 2002 ini, juga memiliki tujuan yang lebih luas dan strategis, yakni mendorong dunia usaha di Indonesia untuk berkontribusi lebih maksimal dalam pembangunan perekonomian nasional.

Rencananya, anugerah penghargaan berlangsung malam ini (Jumat, 12/7) di Dian Ballroom, Raffles Hotel, Jakarta. Dewan juri diketuai oleh Profesor Roy Sembel, pakar investasi dan akademisi; Budi Frensidy, praktisi industri finansial; Sigit Pramono, bankir; Haryajid Ramelan, akademisi; dan Arif Budisusilo, Direktur Produksi & Pemberitaan PT Jurnalindo Aksara Grafika, penerbit Harian Bisnis Indonesia.

Adapun chief executive officer dari masing-masing kategori penerima penghargaan, menjadi nominee The Best CEO yang diseleksi oleh Redaksi Bisnis Indonesia.

Redaksi juga memutuskan untuk memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah korporasi yang menunjukkan peningkatan kinerja spesial pada 2019.

OUTSTANDING MINISTER

Bisnis Indonesia Award 2019 makin spesial karena kami memberikan penghargaan kepada sejumlah menteri bidang ekonomi yang memiliki kinerja menonjol pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ini merupakan bentuk apresiasi Bisnis Indonesia yang dari waktu ke waktu mengikuti sepak terjang para pembantu presiden tersebut.

Secara garis besar, penilaian oleh redaksi Bisnis didasarkan pada inovasi dan prestasi menteri yang telah menjadi pengungkit bagi perubahan ekonomi dan bisnis di Indonesia menjadi lebih baik. Hal yang kalah penting, kami juga menilai kemampuan para men­teri untuk berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan lain se­­hingga kebijakan mereka efektif dan menjadikan situasi bisnis lebih kondusif.

Dari belasan kandidat, ada lima menteri terpilih, rata-rata memiliki karya monumental yang diakui oleh khalayak dan mendapat dukungan publik secara luas, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Kami boleh sedikit sesumbar, dalam 5 tahun terakhir, Bisnis Indonesia merupakan media paling intensif yang mengikuti segala sepak terjang para menteri ekonomi dan diabadikan dalam pemberitaan sehari-hari.

Memilih menteri berprestasi ini juga tidak mudah karena setiap kandidat bukan tanpa kelemahan, bahkan tak sedikit—dari mereka—kontroversial dan gemar berkonflik dengan menteri lainnya. Namun, dalam banyak perdebatan di ruang redaksi, kami semua bersepakat, tak akan tertukar mana loyang, mana emas.

Malam Anugerah Bisnis Indonesia Award, merupakan bentuk penghargaan tertinggi Harian Bisnis Indonesia terhadap korporasi yang selama ini menjadi mitra bisnis, sumber informasi sekaligus pelanggan. Tahun ini, kami melengkapinya dengan penghargaan khusus kepada outstanding minister.

Kami juga mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan berharap mereka akan terus meningkatkan kinerja dan menjaga stabilitas bisnis secara konsisten. Kami meyakini konsistentensi menjaga pertumbuhan bisnis tentu saja para emiten akan membawa lebih banyak manfaat bagi para pemangku kepentingan baik investor, rekan bisnis, pelanggan, dan pemegang saham.

(Pemred Bisnis Indonesia – Hery Trianto)

Tag : Bisnis Indonesia Award
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup