Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Masih Redup, Ini Perkembangan Bisnis Batu Bara United Tractors (UNTR)

Dalam laporan kinerja operasional Mei 2019, lini usaha batu bara yang dijalankan oleh PT United Tractors Tbk. melalui entitas anak usaha masih membukukan pertumbuhan secara tahunan untuk periode Januari 2019—Mei 2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  14:40 WIB
Jajaran direksi PT United Tractors Tbk. yang baru. Perseroan mengganti dirut emiten dengan kode UNTR itu dalam rapat umum pemegang saham yang digelar Selasa (16/4/2019). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo
Jajaran direksi PT United Tractors Tbk. yang baru. Perseroan mengganti dirut emiten dengan kode UNTR itu dalam rapat umum pemegang saham yang digelar Selasa (16/4/2019). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA— PT United Tractors Tbk. masih optimistis dapat membukukan penjualan batu bara 8,8 juta ton pada 2019 melalui entitas anak PT Tuah Turangga Agung.

Dalam laporan kinerja operasional Mei 2019, lini usaha batu bara yang dijalankan oleh PT United Tractors Tbk. melalui entitas anak usaha masih membukukan pertumbuhan secara tahunan untuk periode Januari 2019—Mei 2019.

Di bisnis pertambangan batu bara lewat entitas anak, Tuah Turangga Agung (TTA), tercatat volume penjualan masih tumbuh secara tahunan pada Januari 2019—Mei 2019. Realisasi tercatat naik dari 3,88 juta ton menjadi 4,03 juta ton.

Investor Relations United Tractors Ari Setiyawan mengatakan bahwa target penjualan batu bara untuk TTA tahun ini naik menjadi 8,8 juta ton dari 7,0 juta ton pada 2018.

“Kenaikan coal sales ini karena adanya kenaikan kapasitas produksi dari tambang yang dimiliki, juga kapasitas pendukungnya [pelabuhan, stock pile, dan lain-lain]” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (26/5/2019).

Sementara itu, di bisnis jasa pertambangan, entitas anak PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melaporkan realisasi volume pengupasan lapisan batu bara atau overburden removal (OB) 394,0 juta bank cubic meter (bcm) pada Januari 2019—Mei 2019. Realisasi itu naik 7,44% dari 366,7 juta bcm periode yang sama tahun lalu.

Adapun, volume produksi batu bara atau coal getting PAMA tercatat sebanyak 50,8 juta ton per akhir Mei 2019. Realisasi itu tumbuh 8,54% dari 46,8 juta ton pada Januari 2018—Mei 2018.

Ari menjelaskan bahwa produksi PAMA sesuai dengan kontrak yang telah disepakati dengan klien. Pertumbuhan kinerja sampai dengan Mei 2019 sejalan dengan perintah kerja dari klien.

“Tugas PAMA adalah membantu klien-klien untuk dapat menjalankan operasional tetap berjalan dengan baik, sekalipun kondisi harga batu bara sedang dalam tren menurun,” paparnya.

Dia menambahkan efisensi yang dilakukan PAMA dan klien diharapkan mampu memitigasi dampak dari penurunan harga batu bara. Dengan demikian, produksi dapat terus berjalan sesuai target.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

united tractors kinerja emiten
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top