Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Iran Tembak Jatuh Drone AS, Minyak WTI Catat Penguatan Terbesar Tahun Ini

Harga minyak mentah mencatat lonjakan terbesar tahun ini pada perdagangan Kamis (20/6/2019), menyusul serangan Iran terhadap drone milik Amerika Serikat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  06:51 WIB
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah mencatat lonjakan terbesar tahun ini pada perdagangan Kamis (20/6/2019), menyusul serangan Iran terhadap drone milik Amerika Serikat.

Serangan tersebut mendorong Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa mereka membuat "kesalahan yang sangat besar."

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, yang berakhir Kamis, menguat 5,4 persen atau 2,89 poin ke level US$56,65 per barel di New York Mercantile Exchange, kenaikan terbesar sejak 26 Desember.

Sementara itu, minyak Brent untuk Agustus naik 2,63 poin ke level US$64,45 per barel di London ICE Futures Europe Exchange. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada premium US$7,38 premium untuk WTI bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS hanya sepekan setelah dua tanker menjadi sasaran di wilayah tersebut. Sementara itu, pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman mengatakan mereka menembak pembangkit listrik Arab Saudi dengan rudal jelajah, ini menjadi serangan ketiga terhadap infrastruktur Saudi dalam sepekan terakhir.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Minyak mentah juga didorong oleh reli bursa saham setelah Federal Reserve AS mengisyaratkan siap untuk menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2008.

Setelah tergelincir ke pasar bearish awal bulan ini, minyak berjangka AS telah melonjak lebih dari 10 persen sejak pertengahan pekan lalu, karena AS dan Arab Saudi menyalahkan Iran atas serentetan serangan.

Berita bahwa Trump dan Presiden China Xi Jinping akan memulai kembali pembicaraan perdagangan pada KTT G20 di Jepang juga telah mencerahkan sentimen mengenai pertumbuhan global.

"Konflik Iran tidak akan hilang dalam waktu dekat," kata Michael Hiley, kepala perdagangan energi di LPS Futures, seperti dikutip Bloomberg.

"Jika digabungkan dengan berita Trump dan Xi, yang setidaknya mengatakan hal yang benar, maka itu pasti akan menopang pasar minyak,” lanjutnya.

Iran mengatakan drone yang ditembak jatuh itu adalah mata-mata dan menyatakan akan mempertahankan wilayah udara dan batas lautnya dengan segenap kekuatan yang dimiliki.

Iran dan AS terus memperdebatkan apakah drone Angkatan Laut AS berada di atas perairan internasional atau Iran ketika ditembak jatuh di dekat pintu masuk ke Teluk Persia.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Juli 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
20/6/201956,65+2,89 poin
19/6/201953,76-0,14 poin
18/6/201953,90+1,97 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Agustus 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
20/6/201964,46+2,63 poin
19/6/201961,82-0,32 poin
18/6/201962,14+1,20 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top