Prediksi Saham Hari ini, Cermati BISI, LSIP, AALI, WTON, dan CPIN

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan bahwa secara teknikal pergerakan IHSG masih terkonsolidasi dalam ambang mencoba bertahan mendekati level bearish trend line di kisaran 6.400 yang merupakan target terdekat sebelum menjenuh kembali.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  06:38 WIB
Prediksi Saham Hari ini, Cermati BISI, LSIP, AALI, WTON, dan CPIN
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks saham Asia kemarin, Kamis (20/6/2019), ditutup mayoritas menguat, sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang melemah tipis. Lalu, bagaimana dengan prediksi indeks hari ini, Jumat (21/6/2019)?

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan bahwa secara teknikal pergerakan IHSG masih terkonsolidasi dalam ambang mencoba bertahan mendekati level bearish trend line di kisaran 6.400 yang merupakan target terdekat sebelum menjenuh kembali.

Menuutnya, candlestick terlihat bearish counter attack pada area upper bollinger bands meskipun Indikator stochastic dan RSI masih berpeluang positif.

“Kami perkirakan IHSG akan bergerak terkonsolidasi dengan bergerak mencoba break out resistance dengan support resistance 6.273-6.360,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2019).

Adapun saham-saham yang dapat dicermati yakni BISI, LSIP, AALI, WTON, CPIN, ADRO, PTBA, dan MEDC.

Untuk investor hari ini perlu juga mencermati juga sinyal positif dari pasar global. Bursa saham Eropa melonjak ke level tertinggi enam pekan pada penutupan perdagangan Kamis (20/6/2019), menyusul sinyal dovish dari Bank of England dan Federal Reserve.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,4 persen, dengan sebagian besar indeks negara juga menguat karena investor global telah memperkirakan prospek pelonggaran suku bunga AS bulan depan dan lebih banyak bank sentral lain akan mengikuti.

Berbeda dengan The Fed, Bank of England terus mengancam untuk menaikkan dan tidak menurunkan suku bunga, tetapi pertemuan bulan Juni menunjukkan Komite Kebijakan Moneter BOE akan memangkas perkiraan pertumbuhan kuartal kedua menjadi nol, menjauhkan dari kekhawatiran pasar bahwa mereka benar-benar akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat

“Bank of England tidak akan pernah mengguncang kapal dengan kenaikan suku bunga, mengingat kondisi ekonomi statis dan terus kurangnya arah pada Brexit,” ungkap Laith Khalaf, analis senior di Hargreaves Lansdown, seperti dikutip Reuters.

IHSG

Pada perdagangan kemarin IHSG turun 0,06 persen atau 3,56 poin ke level 6.335,70 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (19/6), IHSG ditutup naik tajam 1,31 persen atau 81,93 poin di level 6.339,26.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, didorong oleh sektor sektor konsumer yang melemah 0,82 persen, disusul sektor aneka industry yang turun 0,81 persen.

Di sisi lain, empat sektor menguat dan menahan penurunan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 1,48 persen.

Sementara itu, Indeks Nikkei naik 0,60 persen, TOPIX naik 0,30 persen, HangSeng (+1,24 persen) dan Shanghai (+3,03 persen). “Pergeseran dovish pada suku bunga AS kembali memanas pasca-FOMC.”

Sementara itu, ekuitas di China menguat menjelang perubahan indeks FTSE Russell minggu depan. Yen dan Indeks Topix menguat setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga tidak berubah, seperti yang diperkirakan oleh para ekonom, dan tidak menawarkan sinyal pelonggaran lebih lanjut. Yield obligasi 10 tahun Jepang naik ke level tertinggi sepanjang masa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top