Ringkasan Perdagangan 17 Juni: IHSG, Rupiah & Emas Kompak Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari keempat berturut-turut bersama dengan nilai tukar rupiah.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  18:26 WIB
Ringkasan Perdagangan 17 Juni: IHSG, Rupiah & Emas Kompak Melemah
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari keempat berturut-turut bersama dengan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, komoditas harga emas dan karet melaju di zona merah di tengah kekhawatiran soal perlambatan global membatasi sentimen untuk aset-aset berisiko.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Senin (17/6/2019):

Bursa Asia Mixed, IHSG Lanjutkan Pelemahan di Hari Kelima

IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 59,74 poin di level 6.190,52 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat pekan lalu (14/6), IHSG ditutup melemah 0,36 persen atau 22,82 poin ke level 6.250,26.

Sebanyak delapan dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin oleh sektor industry dasar yang melemah 1,83 persen, disusul sektor konsumer yang turun 1,29 persen. Di sisi lain, sektor property menguat sebesar 0,45 persen.

Dari 634 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 145 saham menguat, 279 saham melemah, dan 210 saham stagnan.

 

Pergerakan Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,1 persen atau 15 poin ke level Rp14.340 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.336 – Rp14.353 per dolar AS.

Sebelumnya, tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka melemah 11 poin atau 0,08 persen di level Rp14.336 per dolar AS.

Dilansir dari Bloomberg, rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS akibat terbebani aksi pelepasan kepemilikan saham di Tanah Air oleh investor asing dan kenaikan dolar AS.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai sekitar Rp64,03 miliar pada perdagangan Jumat (14/6), net sel hari ketiga berturut-turut.

Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) menyatakan prospek investasi Indonesia akan membaik seiring dengan upayanya terus menjalankan infrastruktur.

“Pemerintah juga terlihat ingin lebih banyak berinvestasi dalam sumber daya manusia,” papar S&P dalam laporannya, seperti dikutip dari Bloomberg (14/6).

IHSG Melemah Lagi, Investor Asing Catat Net Sell Rp143,86 Miliar

ksi jual bersih oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari keempat berturut-turut, dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai sekitar Rp143,86 miliar pada perdagangan hari ini.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 812,80 juta lembar saham senilai Rp2,04 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 1,08 miliar lembar saham senilai sekitar Rp2,18 triliun.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp8 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 15,23 miliar lembar saham.

Investor Bersikap Hati-Hati, Bursa Asia Bergerak di Kisaran Terendah Satu Pekan

Bursa saham Asia bergerak di dekat posisi terendah satu pekan pada perdagangan Senin (17/6/2019) karena investor bersikap hati-hati menjelang pertemuan Federal Reserve, sedangkan ketegangan politik di Timur Tengah dan Hong Kong membuat investor tidak mau mengambil banyak risiko.

Pasar Asia mendapat dorongan cepat setelah Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 0,4 persen. Pada akhir pekan, pemimpin Hong Kong Carrie Lam menunda RUU yang akan memungkinkan ekstradisi ke China.

Hang Seng telah melemah selama tiga sesi berturut-turut hingga Jumat, setelah RUU ekstradisi memicu protes massa dan beberapa kerusuhan terburuk yang terlihat di wilayah itu sejak Inggris mengembalikannya ke pemerintahan China pada tahun 1997.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2019 terpantau melemah 7,6 poin atau 0,57 persen ke level US$1.336,90 per troy ounce.

Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas bergerak di level 1.336,60-1.347,10 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta turun Rp2.000 menjadi Rp679.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam pun naik Rp2.000 menjadi Rp608.000 per gram.

Prospek Kesepakatan Perdagangan AS-China Menurun, Harga Karet Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif September 2019 di Shanghai Futures Exchange ditutup melemah 195 poin atau 1,61 persen di level 11.895 yuan per ton dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan karet Shanghai, harga karet untuk kontrak teraktif November 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 0,25 persen atau 0,50 poin di level 202,50 yen per kg.

DIlansir Bloomberg, harga karet berjangka di Shanghai jatuh setelah AS menurunkan prospek kesepakatan perdagangan dari kemungkinan pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping China di KTT G20 di Osaka bulan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup