Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ramadan dan Lebaran Dorong Penjualan Kalbe Farma (KLBF)

Peningkatan daya beli masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2019, turut mengerek penjualan PT Kalbe Farma Tbk. pada semester I/2019. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  07:19 WIB
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius (kiri) bersama Kepala Kalbe Learning Centre (KLC) Micha Catur Firmanto memberikan paparan di sela-sela acara kunjungan ke fasilitas Kalbe Learning Centre di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta, Rabu, (6/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius (kiri) bersama Kepala Kalbe Learning Centre (KLC) Micha Catur Firmanto memberikan paparan di sela-sela acara kunjungan ke fasilitas Kalbe Learning Centre di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta, Rabu, (6/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan daya beli masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2019, turut mengerek penjualan PT Kalbe Farma Tbk. pada semester I/2019. 

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengungkapkan, penjualan selama Ramadan dan Lebaran kemarin meningkat sekitar 10%-20% dibandingkan dengan rata-rata penjualan bulanan. Kenaikan penjualan terjadi pada segmen produk makanan dan minuman kesehatan. 

Perolehan pada momentum itu diperkirakan bakal mengerek penjualan sepanjang semester I/2019. Vidjongtius berharap pendapatan dapat tumbuh sekitar 7%-8% pada semester I/2019. 

Sementara itu, proyeksi laba bersih belum dapat diketahui karena melihat dampak rupiah yang masih berfluktuasi. Jika mengacu pada proyeksi tersebut, perseroan memperkirakan penjualan dapat mencapai sekitar Rp11,11 triliun - Rp11,21 triliun. 

"Penjualan selama bulan puasa dan Lebaran meningkat sekitar 10%-20% di atas rata-rata penjualan bulanan," katanya pada pekan lalu. 
 
Pada 2019, perseroan mempertahankan target pertumbuhan penjualan bersih sebesar 6%-8% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih pada kisaran yang sama. Dengan demikian, emiten farmasi dengan kode saham KLBF itu mengincar penjualan bersih sekitar Rp22,33 triliun - Rp22,76 triliun, serta laba bersih sekitar Rp2,65 triliun - Rp2,70 triliun.  

Sepanjang Januari-Maret 2019, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp5,37 triliun atau naik 6,99% secara tahunan, serta laba usaha Rp794,5 miliar atau tumbuh 1,3% secara tahunan. 

Hingga kuartal I/2019, KLBF telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp426 miliar dari rencana belanja modal sepanjang tahun ini sekitar Rp1,2 triliun – Rp1,5 triliun.

"Kami berharap top line [semester I/2019] bisa tumbuh sekitar 7%-8%. Bottom line belum ditentukan karena dampak rupiah masih berfluktuasi," imbuhnya. 

Pada penutupan perdagangan Jumat (14/6/2019), saham KLBF parkir pada level Rp1.495, naik 55 poin atau menguat 3,82%.

Meski demikian, secara year to date saham KLBF melemah 1,64%. Saham KLBF saat ini diperdagangkan pada level 29,31 kali dan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp70,08 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten kalbe farma
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top