IHSG Berbalik Menguat 0,12 Persen pada Akhir Sesi I

IHSG berbalik menguat 0,12 persen atau 7,36 poin ke level 6.296,97 pada akhir sesi I, setelah sempat dibuka melemah 0,04 persen atau 2,81 poin ke level 6.286,80.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  13:15 WIB
IHSG Berbalik Menguat 0,12 Persen pada Akhir Sesi I
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan berbalik ke zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (11/6/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,12 persen atau 7,36 poin ke level 6.296,97 pada akhir sesi I, setelah sempat dibuka melemah 0,04 persen atau 2,81 poin ke level 6.286,80.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak di level 6.255,26 – 6.300,62. Adapun pada perdagangan kemarin, Senin (10/6), IHSG ditutup menguat 1,30 persen atau 80,49 poin di level 6.289,61.

Tujuh dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin sektor infrastruktur menguat 0,53 persen, disusul sektor tambang dengan penguatan sebesar 0,43 persen.

Di sisi lain, sektor aneka industri yang melemah 1,33 persen dan sektor properti yang turun 0,15 persen menahan laju penguatan IHSG pada sesi I.

Sebanyak 200 saham menguat, 173 saham melemah, dan 260  saham stagnan dari 633 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang masing-masing menguat 5,52 persen dan 2,75 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG siang ini.

IHSG menguat di saat indeks saham lainnya di Asia bergerak positif. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,42 persen dan 0,32 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,72 persen.

Di China, indeks Composite dan CSI 300 masing-masing naik 2,08 persen dan 2,43 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,54 persen.

Dilansir Bloomberg, bursa Asia menguat pada Selasa karena fokus investor kembali ke arena ketegangan perdagangan AS-China. Presiden Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif lagi terhdap impor China jika Presiden Xi Jinping tidak bertemu dengannya di KTT G20 pada akhir bulan.

Sentimen tetap rapuh karena investor menantikan KTT G20 di Jepang sebagai jalan berikutnya dalam perselisihan perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut.

"Pasar akan sedikit volatil menjelang G20 tepat ketika Anda mendengar petunjuk mengenai bagaimana negosiasi perdagangan cenderung terbuka," ungkap Caleb Silsby, kepala manajer portofolio Whittier Trust, seperti dikutip Bloomberg.

Kemungkinan pasar telah memperkirakan "resolusi yang cukup layak" pada perdagangan sehingga gangguan apa pun akan menyebabkan peningkatan volatilitas, lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, IHSG, Indeks BEI

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top