Produsen Optimistis Meskipun Harga Batu Bara Tertahan China

Pembangunan PLTU terus berlanjut di negara Asia seperti Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia.
Produsen Optimistis Meskipun Harga Batu Bara Tertahan China Lucky Leonard | 10 Juni 2019 17:44 WIB
Produsen Optimistis Meskipun Harga Batu Bara Tertahan China
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA  — Harga batu bara diperkirakan bertahan pada kisaran US$60—US$80 per ton seiring dengan upaya China untuk menjaga industri batu bara dalam negerinya.

Ketua Indonesian Mining Institute (IMI) Irwandy Arif mengatakan kebijakan China dan India masih menjadi penggerak harga batu bara dunia. Khusus untuk China, negara tersebut diperkirakan masih menjaga harga batu baranya di kisaran US$80 per ton.

"Untuk kepentingan industri batu bara dalam negeri mereka, China sepertinya masih menganut regulated price yang menjaga harga batu bara di antara US$61—US$81 per ton," katanya, Senin (10/6/2019).

Meskipun begitu, Irwandy menilai prospek batu bara masih positif. Pasalnya, permintaan diprediksi masih tinggi untuk jangka panjang. Dia mengungkapkan kebijakan India untuk mengurangi impor batu bara secara bertahap ternyata belum siap sepenuhnya seperti yangg direncanakan.

Negara lain di Asia secara perlahan juga punya kontribusi terhadap harga batu bara. Pembangunan PLTU terus berlanjut di negara Asia seperti Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia.

"Selain itu, energi alternatif perkembangannya tidak seperti yang direncanakan," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top