Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Australia Bujuk AS Batalkan Kebijakan Tarif Aluminium

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Australia mengatakan bahwa para eksportir aluminiumnya telah mematuhi ketentuan perjanjian dengan Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengenakan tarif aluminium pada Australia.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  13:52 WIB
Kawat aluminium. - foto ybmagnetwire.com
Kawat aluminium. - foto ybmagnetwire.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Australia mengatakan bahwa para eksportir aluminium telah mematuhi ketentuan perjanjian dengan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison meyakinkan pemerintah AS bahwa para eksportirnya tidak melakukan kesalahan dan telah melakukan perdagangan sesuai dengan ketentuan.

"Kami memiliki pengaturan dengan AS dan kami bekerja dalam pengaturan itu," kata Morrison seperti dikutip dari Reuters, Senin (3/6/2019).

Sebagai informasi, Donald Trump didesak untuk mengenakan tarif pada baja dan aluminium Australia sebagai respon terhadap peningkatan ekspor aluminium ke AS selama setahun terakhir.

Sebelumnya, pada Maret lalu Trump telah memberlakukan tarif impor baru sebesar 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk impor aluminium terhadap semua negara, kecuali Australia.

Trump menyetujui pembebasan tarif bagi Australia setelah melakukan negosiasi dengan Perdana Menteri Australia saat itu, Malcolm Turnbull.

Adapun, Australia mengekspor sekitar 500 juta dolar Australia atau senilai US$347 juta dalam baja dan aluminium ke AS setiap tahun.

Selain itu, Australia telah lama menjadi sekutu setia AS, serta menahan pengaruh China yang tumbuh di kawasan Pasifik.

Pasalnya, China telah berupaya meningkatkan pengaruh di Pasifik melalui peningkatan bantuan asing. Namun, Australia telah potong untuk mengurangi dalam beberapa bulan terakhir.

Oleh karena itu, Trump dibujuk untuk membatalkan rencana menaikkan tarif pada Australia karena dianggap akan mengasingkan sekutu kunci di kawasan Asia-Pasifik.

Di sisi lain pada perdagangan berjangka, harga aluminium di bursa London pada penutupan perdagangan Jumat (31/5/2019), ditutup menguat 0,7 persen menjadi US$1.794,5 per ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aluminium Donald Trump
Editor : Tegar Arief
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top