Kurs Tengah Melemah 26 Poin, Rupiah Terdepresiasi Paling Dalam di Antara Mata Uang Asia

Kurs jual ditetapkan di Rp14.560 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.416 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp144.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  12:18 WIB
Kurs Tengah Melemah 26 Poin, Rupiah Terdepresiasi Paling Dalam di Antara Mata Uang Asia
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (22/5/2019) di level Rp14.488 per dolar AS, melemah 26 poin atau 0,18 persen dari posisi Senin (20/5) Rp14.462.

Kurs jual ditetapkan di Rp14.560 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.416 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp144.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak melemah 35 poin atau 0,24 persen ke level Rp14.515 per dolar AS pada pukul 10.55 WIB.

Sebelumnya, rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan 8 poin atau 0,06 persen di posisi Rp14.488 per dolar AS. Pada akhir perdagangan kemarin, Selasa (21/5/2019), rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.480 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.488 – Rp14.513 per dolar AS.

Rupiah melemah paling tajam di antara mata uang lainnya di Asia. Menyusul pelemahan rupiah, dolar Singapura terdepresiasi 0,17 persen. Di sisi lain, peso Filipina memimpin penguatan mata uang Asia dengan penguatan 0,1 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,03 persen atau 0,028 poin ke level 98,034 pada pukul 11.41 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka melemah 0,05 persen atau 0,048 poin ke level 98,014, setelah pada akhir perdagangan Selasa (21/5) ditutup menguat 0,13 persen atau 0,129 poin ke level 98,014.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar bergerak pada kisaran 97,996 – 98,035.

Dilansir Reuters, dolar AS bertahan pada kisaran level tertinggi 3,5 pekan terakhir setelah Amerika Serikat melonggarkan larangan perdagangan pada produsen peralatan telekomunikasi China, Huawei Technologies.

Departemen Perdagangan AS melarang Huawei Technologies Co Ltd untuk membeli barang-barang AS minggu lalu, hal ini menyebabkan beberapa perusahaan menunda bisnis dengan produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia tersebut.

Sejumlah produsen chip, yang banyak menjual ke Huawei, menanggung beban aksi penjualan saham besar-besaran. Namun Senin malam, AS memberi Huawei izin untuk membeli barang-barang AS hingga 19 Agustus.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs

22 Mei

14.488

21 Mei

14.462

20 Mei

14.478

17 Mei

14.469

16 Mei

14.458

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Rupiah, kurs tengah bank indonesia

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top