Indocement (INTP) Incar Pertumbuhan Volume Penjualan hingga 4 Persen

PT Indocement Tunggal Prakarsa mengincar pertumbuhan volume penjualan di kisaran 3%—4% tahun ini sejalan potensi peningkatan pasar infrastruktur dan properti pada semester II/2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  07:19 WIB
Indocement (INTP) Incar Pertumbuhan Volume Penjualan hingga 4 Persen
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (4/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com,JAKARTA — PT Indocement Tunggal Prakarsa mengincar pertumbuhan volume penjualan di kisaran 3%—4% tahun ini sejalan potensi peningkatan pasar infrastruktur dan properti pada semester II/2019.

Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya menjelaskan bahwa permintaan semen sampai dengan periode berjalan April 2019 masih terkoreksi 2,9%. Pihaknya berharap akan terjadi pertumbuhan setelah Lebaran dan pengumuman Pemilihan Umum 2019.

“Indocement masih percaya setahun ini volume penjualan akan bertumbuh 3%—4%,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/5).

Optimisme itu, lanjut dia, sejalan dengan potensi dari peningkatan pembangunan infrastruktur dan pasar properti yang akan menggeliat pada semester II/2019. Permintaan untuk klinker domestik juga diprediksi akan tumbuh dan perseroan akan memenuhi kebutuhan tersebut.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, emiten berkode saham INTP itu membukukan volume penjualan semen 4,2 juta ton hingga kuartal I/2019. Realisasi itu lebih rendah 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari total konsumsi semen nasional 15,7 juta ton per akhir Maret 2019, pangsa pasar produsen semen itu sekitar 26%. 

Christian menyebut perseroan belum menaikkan harga penjualan semen pada 2019. Kondisi pasar menurutnya masih terbilang lesu.

“Kalau permintaan sedang kurang tidak bisa naik,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap dapat menaikkan harga pada semester II/2019. Strategi itu sejalan dengan potensi meningkatnya permintaan semen.

Kenaikan harga, sambung dia, akan tergantung dengan pertumbuhan permintaan semen di pasar. 

“Kami bisa naikkan harga jual untuk menjaga margin,” imbuhnya.

Dia menilai saat ini pasar semen domestik masih dilanda kelebihan pasokan sebanyak 43 juta ton. Akibatnya, persaingan masih ketat ditambah banyaknya merek.

Oleh karena itu, Christian menyebut mesti berhati-hati dalam menaikkan harga. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indocement, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top