Perang Dagang AS- China Masih Warnai Pasar Obligasi, Harga Bergerak Terbatas

MNC Sekuritas memproyeksikan pada perdagangan Senin (20/5/2019) harga surat utang negara (SUN) bergerak dengan rentang perubahan yang terbatas dan masih terbuka peluang untuk mengalami penurunan harga. 
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  09:36 WIB
Perang Dagang AS- China Masih Warnai Pasar Obligasi, Harga Bergerak Terbatas
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- MNC Sekuritas memproyeksikan pada perdagangan Senin (20/5/2019) harga surat utang negara (SUN) bergerak dengan rentang perubahan yang terbatas dan masih terbuka peluang untuk mengalami penurunan harga. 

Analis MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan bahwa para pelaku pasar akan mengamati perubahan nilai tukar mata uang rupiah di tengah sentimen perang dagang yang terjadi antara Amerika dan China.

Akibat pemberlakuan tarif baru kedua negara, Amerika resmi menaikkan tarif impor dari 10% menjadi 25% pada Jumat (10/5/2019). China membalas dengan memberlakukan tarif impor yang lebih tinggi atas barang yang berasal dari Amerika per 1 Juni 2019 mendatang. 

Adanya aksi saling membalas kenaikan tarif impor tersebut membuat pesimistis para pelaku pasar yang mengakibatkan perlambatan ekonomi terutama bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. 

Sementara itu, menjelang lelang SUN pada Selasa (21/5/2019), harga SUN di pasar sekunder cenderung bergerak terbatas dengan kecenderungan mengalami penurunan. 

Dengan kondisi tersebut, maka investor disarankan untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN.

"Kami merekomendasikan kepada investor untuk melakukan strategi trading di tengah terbatasnya pergerakan harga SUN," jelasnya melalui riset Senin (20/5/2019).

Adapun, seri SUN yang menarik pada kondisi tersebut di antaranya sebagai berikut: FR0053, FR0061, FR0035, FR0063, FR0070, FR0056, FR0059, FR0064 dan FR0073.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top