Ringkasan Perdagangan 16 Mei: IHSG ke Level 5.800, Rupiah Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke kisaran level 5.800 pada perdagangan hari ini, Kamis (16/5/2019) seiring dengan pelemahan bursa Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 Mei 2019 20:32 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke kisaran level 5.800 pada perdagangan hari ini, Kamis (16/5/2019) seiring dengan pelemahan bursa Asia.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah mampu ditutup rebound. Adapun pergerakan sejumlah komoditas cenderung variatif.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

 

Bursa Asia Kembali Goyah, IHSG Anjlok ke Level 5.800 an

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,42 persen atau 85,15 poin ke level 5.895,74, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,42 persen atau 85,15 poin ke level 5.969,86.

Seluruh sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, didorong oleh sektor aneka industri yang melemah 2,48 persen dan sektor properti yang melemah 2,11 persen.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 93 saham menguat, 323 saham melemah, dan 216 saham stagnan.

Dolar AS Tertekan, Rupiah Berhasil Rebound

Mata uang garuda berhasil bergerak berbalik menguat pada perdagangan Kamis (16/5/2019) seiring dengan melemahnya dolar AS akibat data penjualan ritel AS yang lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (16/5/2019) nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.452 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan 6 mata uang mayor melemah 0,09 persen atau 0,089 poin ke level 97,480 pada pukul 15.57 WIB. Indeks dolar AS melemah setelah membukukan kenaikan  moderat pada perdagangan sebelumnya.

AS Jatuhkan Sanksi ke Huawei, Bursa Asia Goyah

Bursa saham Asia berjuang pada perdagangan Kamis (16/5/2019) karena kepercayaan investor terguncang setelah pemerintah AS memukul Huawei dengan sanksi berat.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang melemah 0,25 persen, bergerak tidak jauh dari level terendah sejak akhir Januari. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,6 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 1,1 persen.

Melawan tren pelemahan, bursa saham China pulih dengan harapan kebijakan pemerintah yang mendukung, dengan indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,58 persen, sedangkan indeks CSI 300 menguat 0,45 persen.

Output China Alami Gangguan, Harga Karet Melanjutkan Penguatan

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 0,21 persen atau 0,4 poin ke level 193,50 yen per kilogram (kg).

Sementara itu, harga karet di Shanghai Futures Exchange untuk kontrak teraktif September 2019 juga ditutup menguat 3,65 persen atau 425 poin ke level 12.070 yuan per ton, setelah dibuka rebound dengan penguatan 1,33 persen atau 155 poin ke level 11.800 yuan per ton.

AS Berikan Sanksi kepada Huawei, Emas Bergerak Terbatas

Emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (16/5/2019), berkonsolidasi dalam kisaran ketat di bawah level US$1.300 per troy ounce, seiring dengan pemberian sanksi AS kepada perusahaan telekomunikasi raksasa China, Huawei.

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 melemah 4,7 poin atau 0,36 persen ke level US$1.293,10 per troy ounce pada pukul 19.31 WIB.

Sementara itu, harga emas cetakan Antam di situs resmi logammulia.com tercatat tidak berubah di level Rp669.000 per gramnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup