Output China Alami Gangguan, Harga Karet Melanjutkan Penguatan

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 0,21 persen atau 0,4 poin ke level 193,50 yen per kilogram (kg).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  16:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di bursa komoditas Tokyo melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (16/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 0,21 persen atau 0,4 poin ke level 193,50 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga karet dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,31 persen atau 0,8 poin ke level 193,90 yen per kg. Adapun pada perdagangan Rabu (15/5), harga karet ditutup melonjak 3,82 persen atau 7,1poin ke level 193,10.

Di sisi lain, harga karet di Shanghai Futures Exchange untuk kontrak teraktif September 2019 juga ditutup menguat 3,65 persen atau 425 poin ke level 12.070 yuan per ton, setelah dibuka rebound dengan penguatan 1,33 persen atau 155 poin ke level 11.800 yuan per ton.

Pada perdagangan Selasa, harga karet Shanghai ditutup melemah 0,68 persen atau 80 poin ke level 11.645 yuan per ton.

Dilansir Bloomberg, harga karet melonjak karena spekulasi bahwa produsen karet terbesar di China menangguhkan produksi di semua perkebunannya, meningkatkan kekhawatiran tentang meluasnya gangguan pasokan.

"Topix pasar adalah bahwa produksi dalam negeri China akan menurun karena Yunnan Natural Rubber Industry Group mengeluarkan pengumuman kemarin yang menghentikan penyadapan di perkebunannya karena kekeringan," kata Jia Zheng, manajer portofolio di Shanghai Minghong Investment Co., seperti dikutip Bloomberg.

Perkebunan terbesar di China, Jiangcheng Rubber yang berada di bawah Yunnan Natural berhenti melakukan penyadapan pada hari Senin karena suhu panas memperburuk kondisi kerja dan memicu bahaya hama.

China adalah produsen karet alam yang besar dengan output sekitar 800.000 ton pada tahun 2016, namun jumlah impor jauh lebih besar dari produksi domestik. Gangguan dalam pasokan lokal dapat menyebabkan kenaikan impor karet alam China.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan (persen)

16/5/2019

193,50

+0,21

15/5/2019

186

+0,05

14/5/2019

185,90

-0,75

13/05/2019

187,3

+0,32

10/5/2019

186,70

+1,41

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top