Dana IPO Jasnita Telekomindo (JAST) Akan Dipakai untuk 3 Keperluan Ini

Emiten layanan jasa telekomunikasi PT Jasnita Telekomindo Tbk. akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) untuk sejumlah ekspansi, mulai dari belanja modal hingga akuisisi.
Dwi Nicken Tari | 16 Mei 2019 15:49 WIB
Direksi dan Komisaris PT Jasnita Telekomindo Tbk. berfoto bersama Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna setelah resmi mencatatkan sahamnya dengan kode JAST pada Kamis (16/5/2019). Jasnita Telekomindo menjadi perusahaan ke-12 yang resmi melantai di bursa sepanjang tahun ini. - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten layanan jasa telekomunikasi PT Jasnita Telekomindo Tbk. akan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) untuk sejumlah ekspansi, mulai dari belanja modal hingga akuisisi.

Direktur Jasnita Telekomindo Tjokro Wimantara menjelaskan, dari Rp50 miliar yang terhimpun lewat IPO, emiten berkode saham JAST tersebut akan menggunakan Rp22 miiar untuk pembelian gedung, senilai Rp8 miliar untuk mengakuisisi PT SMP, dan sisanya akan digunakan untuk belanja modal.

“Total dana IPO Rp50 miliar. Dana itu akan digunakan untuk 3 hal,” katanya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Kamis (16/5/2019).

Tjokro menjelaskan, JAST akan membeli sebuah gedung di Jakarta Pusat yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis call center. Dia menyebutkan, bisnis call center perseroan telah memperlihatkan peningkatan yang cukup drastis selama setahun terakhir. Selain itu, gedung tersebut juga akan digunakan sebagai data center. “Yang tadinya data center kami ada di beberapa titik nanti akan kami satukan di sana, di gedung itu,” tutur Tjokro.

Selanjutnya, JAST juga akan mengakuisisi PT Sakti Makmur Pratama (SMP), yang memiliki satu unit kantor di Lavenue.

Nantinya, kata Tjokro, PT SMP akan digunakan JAST sebagai IT Core yang memenuhi kebutuhan IT dari grup perseroan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan pula nantinya PT SMP akan menawarkan layanan ke luar seperti pembentukan perangkat lunak (software) maupun aplikasi.

Selanjutnya, dana IPO tersebut akan digunakan untuk keperluan belanja modal. Tjokro menyebut belanja modal yang akan dikeluarkan JAST pada tahun ini berkisar Rp10—Rp15 miliar dengan pendanaan kombinasi dengan kas internal. Adapun kas internal berkontribusi sekitar 10%—20% terhadap capex tahun ini.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup