Kurs Tengah Melemah, Mata Uang Asia Terdampak Tensi AS-China

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (14/5/2019) di level Rp14.444 per dolar AS, melemah 82 poin atau 0,57 persen dari posisi Rp14.362 pada Senin (13/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  11:41 WIB
Kurs Tengah Melemah, Mata Uang Asia Terdampak Tensi AS-China
Mata uang Asia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (14/5/2019) di level Rp14.444 per dolar AS, melemah 82 poin atau 0,57 persen dari posisi Rp14.362 pada Senin (13/5/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.516 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.372 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp144.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 32 poin atau 0,22 persen ke level Rp14.455 per dolar AS pada pukul 08.54 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (13/5), nilai tukar rupiah berakhir melemah 96 poin atau 0,67 persen di level Rp14.423 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah mulai melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS setelah dibuka terdepresiasi tipis 3 poin atau 0,02 persen di posisi 14.426. Sepanjang perdagangan pagi ini, kurs rupiah bergerak di kisaran Rp14.426-Rp14.455 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia cenderung bergerak variatif. Yen Jepang yang turun 0,26 persen memimpin pelemahan di antara beberapa mata uang di Asia, sedangkan baht Thailand memimpin penguatan dengan apresiasi sebesar 0,48 persen.

Pada Senin (13/5), pemerintah China mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif terhadap produk-produk senilai US$60 miliar asal Amerika Serikat. Langkah ini adalah bentuk balasan atas kenaikan tarif yang dilakukan sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump.

“Situasi kemungkinan akan tetap buruk bagi mata uang Asia, terutama karena wilayah ini memiliki hubungan perdagangan yang lebih dalam dengan China,” ujar Kenta Tadaide, ekonom pasar di Mizuho Bank Ltd. di Tokyo.

“Kami melihat aksi penghindaran risiko mendominasi pasar saat ini, tetapi negosiasi akan terus berlanjut sehingga aset-aset tidak akan diperdagangkan turun dalam garis lurus,” tambahnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, siang ini terpantau turun tipis 0,012 poin atau 0,01 persen ke level 97,307 pada pukul 11.03 WIB, dari level penutupan sebelumnya.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka stagnan di posisi 97,319, setelah pada perdagangan Senin (13/5) ditutup turun tipis 0,01 persen atau 0,011 poin di level 97,319.

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak di level 97,271 – 97,355.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

TanggalKurs

14 Mei

14.444

13 Mei

14.362

10 Mei

14.347

9 Mei

14.338

8 Mei

14.305

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata uang asia, kurs tengah bi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top