Harga Batu Bara Diprediksi Membaik, Bumi Resources (BUMI) Optimistis Capai Target 2019

PT Bumi Resources Tbk. masih mempertahankan panduan target yang diincar perseroan pada 2019 sejalan dengan optimisme bakal membaiknya harga komoditas batu bara ke depan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  05:11 WIB
Harga Batu Bara Diprediksi Membaik, Bumi Resources (BUMI) Optimistis Capai Target 2019
Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk Saptari Hoedjaja (kanan), didampingi Direktur Dileep Srivastava memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan di Jakarta, Selasa (12/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bumi Resources Tbk. masih mempertahankan panduan target yang diincar perseroan pada 2019 sejalan dengan optimisme bakal membaiknya harga komoditas batu bara ke depan.

Manajemen Bumi Resources melaporkan harga batu bara kuartal I/2019 sempat jatuh ke bawah US$80 per ton. Akan tetapi, tren itu telah kembali pulih ke kisaran US$87 per ton.

Di sisi lain, perseroan menyebut perselisihan antara China dan Australia sangat membebani harga patokan dan penjualan batu bara kalori tinggi. Kondisi itu diharapkan tidak berlangsung lama dan diselesaikan segera.

Dalam laporan keuangan kuartal I/2019, Bumi Resources melaporkan pendapatan US$234,2 juta. Realisasi itu turun 25% dari US$310,5 juta pada kuartal I/2018.

Adapun, beban pokok pendapatan juga tercatat turun 18% secara tahunan pada kuartal I/2019. Jumlah yang dikeluarkan turun dari US$201,5 juta pada kuartal I/2018 menjadi US$165,6 juta.

BUMI tercatat mampu menekan beban keuangan secara tahunan pada kuartal I/2019. Pasalnya, pos tersebut turun 23,54% dari US$52,66 juta menjadi US$40,26 juta per akhir Maret 2019.

Dengan demikian, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai US$48,44 juta pada kuartal I/2019. Realisasi itu turun 46% dari US$90,15 juta pada kuartal I/2018.

Untuk laporan operasional, Manajemen Bumi Resources melaporkan entitas anak, PT Kaltim Prima Coal (KPC) merealisasikan penjualan 5,2 metrik ton (MT) pada Maret 2019. Dengan demikian, total penjualan dari KPC mencapai 15 MT pada kuartal I/2019 atau tumbuh 10,29% dari 13,6 MT pada kuartal I/2018.

Adapun, penjualan entitas anak lainnya, PT Arutmin Indonesia (PTAI) tercatat 2,5 MT ton pada Maret 2019. Volume penjualan PTAI sebanyak 5,7 MT pada kuartal I/2019 atau turun 26,92% dari periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, total penjualan batu bara BUMI mencapai 20,8 mt pada kuartal I/2019. Jumlah itu turun tipis 2% dari 21,3 mt pada kuartal I/2018.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perseroan tidak mengubah panduan produksi. Menurutnya, BUMI tetap mengincar kenaikan volume produksi batu bara hingga 90 juta ton pada 2019.

“Perkiraan kami tidak berubah setiap hari, batu bara biasanya merupakan siklus 2 sampai 3 tahun," jelasnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Seperti diketahui, BUMI volume produksi batu bara yang dibidik sekitar 88 juta ton hingga 90 juta ton pada 2019. Target itu naik dari realisasi 80 juta ton pada 2018.

Rerata harga jual batu bara diproyeksikan berada di kisaran US$56 per ton. Akan tetapi, perseroan akan meninjau kembali proyeksi rerata harga jual atau average selling price (ASP) tersebut pada kuartal II/2019.

Sebelumnya, Bumi Resources melaporkan telah memproses pembayaran kelima senilai US$19,85 juta melalui agen fasilitas pada 9 April 2019. Jumlah itu mewakili pinjaman pokok senilai US$11,11 juta dan bunga senilai US$8,74 juta untuk Tranche A.

Dengan dilakukannya pembayaran kuartalan kelima, perseroan telah membayar keseluruhan sebesar US$239,39 juta secara tunai, terdiri atas pokok Tranche A senilai US$145,48 juta dan bunga sebesar US$93,91 juta termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar.

Pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada Juli 2019. Kupon PIK dari 11 April 2019 hingga 9 April 2019 atas Tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumi resources, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top