Volatilitas Sentuh Level Tertinggi, Pasar Saham Eropa Bergejolak

Bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/5/2019), tertekan aksi penghindaran risiko oleh para pelaku pasar yang menantikan perkembangan dari putaran baru perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  06:02 WIB
Volatilitas Sentuh Level Tertinggi, Pasar Saham Eropa Bergejolak
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/5/2019), tertekan aksi penghindaran risiko oleh para pelaku pasar yang menantikan perkembangan dari putaran baru perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 merosot 1,7 persen ke level penutupan terendahnya dalam 1,5 bulan. Seluruh sektor melemah, sedangkan indeks volatilitas pada blue-chips zona euro menyentuh level tertingginya dalam lebih dari empat bulan.

Pemerintah AS telah merencanakan untuk mengenakan kenaikan tarif menjadi 25 persen pada impor senilai US$200 miliar dari China mulai Jumat (10/5/2019) waktu setempat.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri China Liu He dan rombongan telah tiba di Washington untuk mengadakan perundingan perdagangan dengan pihak AS.

Namun, pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa China "melanggar kesepakatan" berikut reaksi China untuk membalas rencana kenaikan tarif tersebut meredam prospek perjanjian perdagangan itu sekaligus menyulut keresahan di pasar.

“Pasar ekuitas Eropa bergejolak. Eropa mendapatkan pukulan dalam konflik itu karena ketika dua negara ekonomi terbesar di dunia terlibat dalam perang perdagangan, itu menjadi pertanda buruk bagi semua orang,” ujar David Madden, analis pasar di CMC Markets UK, dalam risetnya.

Saham-saham Jerman yang sensitif terhadap isu perdagangan pun merosot 1,7 persen, penurunan harian terbesarnya dalam tiga bulan. Ekuitas yang diperdagangkan di Paris merosot 1,9 persen, sementara Milan mencatat pelemahan 1,8 persen.

Saham-saham produsen mobil dan pemasoknya bahkan anjlok 2,9 persen, dengan saham Continental turun 5,3 persen.

Pemasok otomotif itu melaporkan penurunan laba bersih sebesar 22 persen karena permintaan mobil global yang melambat dan mengatakan spin-off divisi powertrain akan tergantung pada pemulihan pasar mobil.

Adapun saham teknologi turun 2,3 persen. Saham otomotif dan teknologi yang sensitif terhadap tarif secara signifikan berkinerja buruk pada Stoxx 600 bulan ini, di tengah memburuknya hubungan perdagangan AS-China.

Saham perusahaan barang mewah, yang secara luas bergantung pada China untuk permintaan pertumbuhan, ikut turun. Saham pemilik brand Gucci, Kering, turun 2,7 persen, sementara Hermes International yang terdaftar di Paris turun 1,8 persen.

Pada saat yang sama, saham-saham bank turun 2,3 persen. Saham Banco BPM Italia melemah 8,2 persen setelah penurunan pada pendapatan menyeret turun perolehan labanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top