Tensi AS-China Jaga Apresiasi Yen, Harga Karet Turun

Harga karet di bursa Tocom Jepang tergelincir ke zona merah dan ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (8/5/2019), di tengah penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani | 08 Mei 2019 15:05 WIB
Pekerja melakukan proses pengasapan karet di pabrik pengolahan karet Kebun Glantangan milik PTPN XII, di Tempurejo, Jember, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Seno

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di bursa Tocom Jepang tergelincir ke zona merah dan ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (8/5/2019), di tengah penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) berakhir melorot 0,94 persen atau 1,80 poin di level 189,00 yen per kg dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (7/5/2019), harga karet kontrak Oktober mampu berakhir di wilayah positif dengan penguatan 0,79 persen atau 1,50 poin di level 190,80 yen per kg.

Sebelum tergelincir, harga karet kontrak ini sempat melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,37 persen atau 0,70 poin di posisi 191,50 pagi tadi.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau menguat 0,10 poin atau 0,09 persen ke level 110,15 per dolar AS pukul 14.21 WIB, setelah berakhir dengan penguatan 0,45 persen atau 0,50 poin di posisi 110,25 pada Selasa (7/5).

Yen, yang bersifat sebagai aset safe haven di tengah kekhawatiran global, bergerak menuju apresiasi hari keempat berturut-turut di tengah keresahan pasar soal eskalasi perdagangan Amerika Serikat-China.

Penguatan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini dapat tergerus.

Sebaliknya, harga karet untuk kontrak teraktif September 2019 di Shanghai Futures Exchange mampu melanjutkan penguatannya dan berakhir naik 0,17 persen atau 20 poin di level 11.855 yuan per ton pada perdagangan Rabu (8/5).

Futures karet di Shanghai berada di kisaran level tertingginya dalam tiga pekan saat berlanjutnya pelemahan dalam yuan mengimbangi kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China akan berdampak pada pertumbuhan global.

Yuan offshore melemah untuk hari kedua pada Selasa (7/5), memperpanjang penurunannya sepanjang sesi perdagangan di New York di tengah penantian investor menjelang putaran terakhir perundingan perdagangan AS-China pekan ini.

Nilai tukar yuan yang lebih rendah sudah pasti membuat kontrak berjangka karet yang berdenominasi mata uang ini menjadi lebih terjangkau bagi pembeli asing.

“Namun, investor tetap berhati-hati tentang pembelian karet karena gejolak di pasar keuangan dapat memburuk," ujar Hideshi Matsunaga, seorang analis di Sunward Trading.

“Ini jika AS terus maju dengan rencana menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen terhadap barang-barang asal China senilai US$200 miliar pada Jumat (10/5),” tambahnya, seperti dikutip Bloomberg.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan (persen)

8/5/2019

189,00

-0,94

7/5/2019

190,80

+0,79

26/4/2019

189,30

-0,89

25/4/2019

191,00

+0,74

Sumber: Bloomberg

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup