Kinerja Indeks Syariah Bakal Meningkat Saat Ramadan?

Kinerja indeks saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) terpantau masih menjadi salah satu indeks berkinerja negatif sepanjang tahun berjalan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  07:30 WIB
Kinerja Indeks Syariah Bakal Meningkat Saat Ramadan?
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com JAKARTA— Kinerja indeks saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) terpantau masih menjadi salah satu indeks berkinerja negatif sepanjang tahun berjalan.

Pada akhir perdagangan Selasa (7/5/2019), JII ditutup menguat 0,90% ke level 677,16. Sementara itu, secara year-to-date, JII memerah -1,18%.

Adapun sepanjang tahun berjalan, penggerak utama JII yakni saham BRPT yang tumbuh 65,69% dan berkontribusi sebesar 109,43% terhadap pergerakan JII. Sementara itu, penekan utamanya yakni saham CPIN yang turun 30,80%% ytd dan berkontribusi 138,28% terhadap penurunan indeks ini.

Tiga saham yang naik paling tinggi pada JII tahun ini yakni BRPT (65,69% ytd), EXCL (50,51% ytd) dan WIKA (39,58% ytd), sedangkan tiga saham yang turun paling dalam yakni CPIN (-30,80% ytd), LPPF  (-27,86% ytd), dan PTBA (-20,93% ytd).

Di sisi lain, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) masih mencetak kinerja positif secara ytd sebesar 0,51%.

Janson Nasrial, Senior Vice President Royal Investium Sekuritas, menilai performa JII dan ISSI belakangan ini masih terhambat karena sektor pendorongnya yaitu sektor telekomunikasi dan sektor konsumsi mencatatkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan pada tahun lalu.

“Namun, pada kuartal I/2019, sektor telekomunikasi khususnya TLKM dan EXCL mencatat kinerja keuangan yang sangat baik. Begitu pula sektor konsumer juga lumayan bagus, seperti ICBP, KLBF, dan ROTI,” kata Janson kepada Bisnis.com, Selasa (7/5/2019).

Dengan perkiraan bahwa kinerja sektor telekomunikasi dan konsumer dapat lebih baik lagi pada kuartal II/2019 dibandingkan kuartal sebelumnya, Janson pun menilai JII dan ISSI bisa segera menyusul kinerja IHSG.

Adapun IHSG sendiri terpantau masih tumbuh 1,66% secara year-to-date. 

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan, konstituen dari indeks JII maupun ISSI yang banyak berasal dari emiten berkapitalisasi besar juga tampil sebagai tantangan bagi performa kedua indeks tersebut.

“Kendalanya di JII itu dari sisi kapitalisasi pasar dari konstituennya. Saham-saham market cap yang besar dan likuiditas tinggi itu ketika pasar bagus jadi sasaran beli. Tapi ketika pasar turun juga jadi sasaran jual,” tutur Reza.

Dengan demikian, Reza menambahkan, kinerja JII masih akan inline dengan kondisi pasar. Pada bulan Ramadhan, diharapkan positifnya saham-saham emiten konsumer, telekomunikasi, dan media bisa menjadi penopang pergerakan JII untuk meninggalkan zona merah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Ramadan, Indeks Syariah

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top