4 Anak Usaha di Bisnis Beras Dipailitkan, Ini Kata Manajemen Tiga Pilar (AISA)

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. menyayangkan putusan pailit terhadap PT Dunia Pangan beserta anak perusahaannya yaitu PT Jatisari Srirejeki, PT Indo Beras Unggul, dan PT Sukses Abadi Karya Inti pada Senin (6/5/2019).
Azizah Nur Alfi | 08 Mei 2019 09:45 WIB
TPS Food - tigapilar.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. menyayangkan putusan pailit terhadap PT Dunia Pangan beserta anak perusahaannya yaitu PT Jatisari Srirejeki, PT Indo Beras Unggul, dan PT Sukses Abadi Karya Inti pada Senin (6/5/2019).

Manajemen menyatakan, secara umum grup Tiga Pilar Sejahtera Food masih dalam kondisi yang cukup prima karena masih ditunjang oleh divisi food yang selama 2 tahun terakhir ini menjadi motor penggerak.

Oleh karena itu, kepailitan Dunia Pangan tersebut tidak akan membawa pengaruh besar terhadap 3 PKPU lain yang saat ini dihadapi oleh emiten dengan kode saham AISA itu serta entitas anak perusahaannya. 

Direktur Utama AISA Hengky Koestanto menyayangkan kabar pailitnya Dunia Pangan. Namun, kata dia, para kreditur tidak perlu khawatir karena manajemen yang mengelola TPSF dengan Dunia Pangan berbeda. 

"Kami juga cukup menyesalkan manajemen Dunia Pangan tidak jadi memakai proposal perdamaian yang sudah disiapkan oleh Delotte. Mungkin saja hasilnya akan berbebda dengan kondisi hari ini," katanya melalui keterangan resmi pada Rabu (8/5/2019).

Grup Tiga Pilar Sejahtera Food saat ini memang tengah menghadapi PKPU tidak hanya pada tingkat holding (PKPU TPSF), tetapi juga pada entitas anak yakni PKPU PT Putra Taro Paloma dan PT Balaraja Bisco Paloma (PKPU BBP-PTP), serta PKPU PT Tiga Pilar Sejahtera dan PT Poly Meditra Indonesia (PKPU TPS-PMI).

Dia mengatakan, putusan pailit terhadap Dunia Pangan tidak memengaruhi proposal perdamaian yang ada baik di TPSF, TPS-PMI, maupun BBP-PTP. Sebab dalam proposal perdamaian yang disusun, perseroan konsisten dengan rencana melepas bisnis beras. 

"Namun, tentu saja hasil penjualan aset-aset divisi beras yang kita lakukan sendiri akan lebih baik dibandingkan penjualannya melalui proses pailit seperti sekarang ini," imbuhnya. 

Lebih lanjut, AISA akan fokus pada permohonan RUPSLB pada entitas anak perusahaan yang saat ini belum berada di bawah manajemen.

Perseroan juga akan kembali fokus pada bisnis makanan. Produk-produk unggulan seperti Mie dan Bihun Superior, Taro, Gulas, Bihun Tanam Jagung, dan Mie Telor Cap Ayam Dua Telor masih menjadi ujung tombak Group TPSF dalam berkiprah di bisnis makanan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tiga pilar sejahtera food

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup