Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Minyak Tak Pasti, Harga Batu Bara Tertekan

Pergerakan harga batu bara di sejumlah bursa komoditas kompak berakhir melemah pada perdagangan Senin (29/4/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 April 2019  |  08:46 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga batu bara di sejumlah bursa komoditas kompak berakhir melemah pada perdagangan Senin (29/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Juli 2019 ditutup melemah 1,14 persen atau 1 poin di level US$86,95 per metrik ton dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (28/4/2019), harga batu bara di bursa ICE Newcastle berakhir turun 0,28 persen atau 0,25 poin di posisi 87,95,pelemahan hari ketiga beruntun.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Juli 2019 ditutup anjlok 2,39 persen atau 1,50 poin di level 61,25 pada perdagangan Senin (29/4).

Harga batu bara thermal untuk pengiriman September 2019 di  Zhengzhou Commodity Exchange, juga tertekan dengan berakhir turun 0,13 persen atau 0,8 poin di level 605,8 yuan per metrik ton pada perdagangan Senin.

“Dengan permintaan saat ini yang berada di masa-masa rendahnya, pembangkit listrik terus mempertahankan penggunaan batu bara mereka sekitar 590.000 hingga 630.000 ton per hari,” jelas Analis Everbright Futures, Zhang Xiaojin, dalam risetnya.

“Mereka tidak antusias dengan pembelian baru, tetapi akan mencoba mempertahankan persediaan yang cukup,” lanjutnya.

Di sisi lain, harga minyak mentah berakhir beragam pada perdagangan Senin (29/4), menjelang pemberlakuan terhadap ekspor minyak Iran.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2019 berakhir menguat 0,20 poin atau 0,32 persen di level US$63,50 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak Brent untuk kontrak Juni turun 0,11 poin atau 0,15 persen dan ditutup di US$72,04 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Keringanan sanksi terhadap Iran oleh AS, yang memungkinkan China dan beberapa pembeli besar lainnya dapat membeli minyak Iran akan berakhir pada 2 Mei.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump selama akhir pekan kembali mendesak Arab Saudi dan OPEC untuk memompa lebih banyak minyak mentah.

"Ketidakpastian tentang apa yang pada akhirnya akan terjadi dengan sanksi itu menjaga pasar tetap dalam keraguan," kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy, seperti dikutip Bloomberg.

"Saudi mengatakan mereka tidak akan segera meningkatkan tingkat produksi dan itu juga menambah ketidakpastian," lanjutnya.

Minyak menyentuh level tertingginya dalam enam bulan pada pekan lalu setelah Gedung Putih mengumumkan akhir dari pelonggaran sanksi terhadap minyak mentah Iran.

Investor saat ini tengah menunggu apakah Arab Saudi akan meningkatkan produksi untuk mengimbangi kekurangan pasokan setelah Trump mengatakan di Twitter bahwa dia telah berbicara dengan pemasok minyak mengenai kenaikan pasokan.

Pergerakan harga batu bara kontrak Juli 2019 di bursa Newcastle
Tanggal                                    US$/MT
29 April86,95

(1,14 persen)

26 April87,95

(-0,28 persen)

25 April88,20

(-1,18 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga batu bara
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top