Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2019, Anggaran Capex INDY Melonjak 109 Persen

Emiten pertambangan dan energi PT Indika Energy Tbk. (INDY) mengalokasikan belanja modal sebesar US$315,5 juta pada 2019. Nilai itu melonjak 109,77% year on year dibandingkan realisasi 2018 sejumlah US$105,4 juta.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 30 April 2019  |  05:59 WIB
Direktur PT Indika Energy Tbk Aziz Armand (dari kiri), Komisaris Utama Agus Lasmono, Direktur Utama Arsjad Rasjid, dan Direktur Eddy J. Danu menekan layar sentuh sebagai tanda pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur PT Indika Energy Tbk Aziz Armand (dari kiri), Komisaris Utama Agus Lasmono, Direktur Utama Arsjad Rasjid, dan Direktur Eddy J. Danu menekan layar sentuh sebagai tanda pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan dan energi PT Indika Energy Tbk. (INDY) mengalokasikan belanja modal sebesar US$315,5 juta pada 2019. Nilai itu melonjak 109,77% year on year dibandingkan realisasi 2018 sejumlah US$105,4 juta.

Berdasarkan publikasi perseroan pada Senin (29/4/2019), manajemen mengalokasikan belanja modal sebesar US$315,5 juta pada 2019. Nilai itu melonjak dari realisasi 2018 sejumlah US$105,4 juta.

Perincian alokasi belanja modal pada 2019 ialah Indika Energy Holding US$2,2 juta, PT Petrosea Tbk. (PTRO) US$177,2 juta, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS) US$11,7 juta, Tripatra US$10 juta, PT Kariangau Gapura Terminal Energi (KGTE) US$94,6 juta, Kideco US$7,7 juta, dan Indika Resources US$12,1 juta.

Per Maret 2019, realisasi capex tersebut baru mencapai US$28,2 juta, atau 8,94% dari total anggaran. Anak usaha yang paling banyak menyerap belanja modal ialah Petrosea US$13,3 juta dan KGTE US$10,8 juta.

Sebelumnya pada 12 April 2018, KGTE menandatangani perjanjiaan layanan fasilitas penyimpanan. Berdasarkan perjanjian ini, KGTE akan membangun, memiliki, dan mengoperasikan terminal di Kalimantan Timur.

Penggunaan dana investasi US$108 juta akan dipakai dalam rentang waktu 22 bulan sesuai dengan progress pembangunan area pergudangan. Kapasitas penyimpanan mencapai 100 juta liter.

Sementara itu, realisasi capex INDY pada 2018 sebesar US$150,4 juta hanya mencakup 92,4% dari total anggaran sejumlah US$162,8 juta. Perincian penyerapannya ialah Indika Energy Holding US$1,4 juta, PTRO US$112 juta, MBSS US$26,1 juta, Tripatra US$0,7 juta, Indika Logistik US$0,2 juta, Kideco US$3,9 juta, dan Indika Resources US$6,1 juta.

Tabel Perbandingan Capex INDY 2018 dan 2019 (US$ juta)

Alokasi Capex

Bujet 2018

Realisasi 2018

Bujet 2019

Realisasi Q1/19

Indika Energy Holding

1,3

1,4

2,2

0,1

PTRO

112,6

112

177,2

13,3

MBSS

27,2

26,1

11,7

2,1

Tripatra

-

0,7

10

-

Kideco

7,6

3,9

7,7

0,6

Indika Resources

13,8

6,1

12,1

1,3

KGTE

-

-

94,6

10,8

Indika Logistik

0,3

0,2

-

-

Total

162,8

150,4

315,5

28,2

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top