IHSG Berbalik Menguat Terdongkrak Sentimen Domestik & Global

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau berbalik menguat 0,1 persen atau 6,30 poin ke level 6.469,12 pada pukul 09.25 WIB, meskipun sempat dibuka dengan pelemahan 0,04 persen atau 2,56 poin di level 6.460,25.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 April 2019  |  09:47 WIB
IHSG Berbalik Menguat Terdongkrak Sentimen Domestik & Global
Pengunjung mengabadikan harga saham, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (24/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau berbalik menguat 0,1 persen atau 6,30 poin ke level 6.469,12 pada pukul 09.25 WIB, meskipun sempat dibuka dengan pelemahan 0,04 persen atau 2,56 poin di level 6.460,25.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.460,26 – 6.472,53. Adapun pada perdagangan Selasa (23/4), IHSG ditutup rebound dengan penguatan 0,75 persen atau 48,08 poin di level 6.462,82.

Sebanyak lima dari sembilan sektor bergerak di zona hijau pagi ini, didorong oleh sektor infrastruktur yang mengua t0,58 persen dan perdagangan yang naik 0,31 persen.

Di sisi lain, empat sektor melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor pertanian yang turun 1,18 persen.

Dari 632 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, 140 saham di antaranya menguat, sedangkan 102 saham melemah, dan 390 saham lainnya stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Mayapada International Tbk. (MAYA) yang masing-masing menguat 1,16 persen dan 4,98 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG.

Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, IHSG kemungkinan bergerak terbatas di tengah bauran sentimen global dan domestik yang bervariasi.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, mengatakan bahwa sentimen kali ini akan hadir dari Brexit. Theresa May akan menyiapkan strategi baru di tengah keputusasaan dalam mengupayakan Brexit. Jangan sampai kesepakatan yang disiapkan akan ditolak kembali untuk yang ke 4 kalinya, dan batas waktunya hanya 1 bulan.

Bank of Japan juga merilis data inflasi naik dari sebelumnya 0,4% menjadi 0,5%. Selanjutnya sebanyak 48 ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan Bank Sentral Jepang tersebut akan kembali melonggarkan kebijakan atau mengucurkan stimulus moneter. Pengumuman kebijakan moneter BOJ dilakukan  Kamis (25/4/19) pekan ini. 

Dari dalam negeri, Komite Stabilitas Sistem Keuangan kemarin melaporkan kondisi stabilitas keuangan Indonesia sepanjang kuartal I/2019 dalam kondisi terjaga. 

KSSK menyampaikan, dari sisi domestik, tantangan yang dihadapi adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memacu investasi dan ekspor dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. 

Di bidang moneter, Gubernur Bank Indonesia mengatakan akan fokus pada kebijakan suku bunga dan nilai tukar untuk memperkuat stabilitas eksternal perekonomian, khususnya guna mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. 

Fokus berikutnya masih menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Indonesia yang akan diadakan pada esok hari. "Meskipun kami meyakini bahwa masih belum adanya pemangkasan tingkat suku bunga, tetapi besar harapan kami bahwa tingkat suku bunga dapat dipangkas pada semester kedua nanti," katanya melalui riset harian, Rabu (24/4/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top