Kimia Farma (KAEF) Dorong Penjualan Segmen OTC dan Kosmetik

Emiten farmasi, PT Kimia Farma Tbk. mendorong penjualan lini produk over the counter (OTC) dan kosmetik melalui ritel kecantikan dan kesehatan yang pertama kali diluncurkan akhir Maret 2019 di Surabaya. 
Azizah Nur Alfi | 23 April 2019 07:33 WIB
Pabrik Kimia Farma di Pulogadung, Jakarta. - Kimia Farma

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi, PT Kimia Farma Tbk. mendorong penjualan lini produk over the counter (OTC) dan kosmetik melalui ritel kecantikan dan kesehatan yang pertama kali diluncurkan akhir Maret 2019 di Surabaya. 

Direktur Keuangan Kimia Farma IG Ngurah Suharta mengatakan, kehadiran ritel kecantikan dan kesehatan merupakan bagian dari rencana 100 outlet baru pada 2019.

Emiten dengan kode saham KAEF ini berencana membuka outlet dengan konsep serupa di 10 titik di antaranya Surabaya, Bali, dan Jawa Barat. 

Outlet tersebut menjadi saluran distribusi bagi lini produk over the counter (OTC) dan kosmetik. Sebagai informasi, KAEF memiliki lini produk kosmetik di antaranya bedak Marcks, serta perawatan tubuh Venus dan Salicyl. 

Pada 2018, lini produk over the counter (OTC) dan kosmetik memberikan kontribusi sebesar 5,84% terhadap penjualan bersih. Perolehan penjualan sebesar Rp435,63 miliar ini tumbuh 24,99% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

"[Di outlet tersebut] obat ethical hanya 20%, selebihnya suplemen dan kosmetik," katanya pada Senin (22/4/2019). 

Dia mengatakan, perseroan berharap ritel kecantikan dan kesehatan ini bakal mendorong penjualan produk kosmetik seperti Marcks dan Venus. Apalagi, peluang pertumbuhan di segmen kosmetik terhitung menjanjikan seiring dengan pertumbuhan dua digit. 

"Kami bekerja sama dengan prinsipal lain yang produknya paling laku seperti Wardah. Sehingga, penjualan Marcks, Venus, dan Salicyl otomatis juga ikut terdorong," imbuhnya. 

Berdasarkan laporan tahunan KAEF 2018, perseroan menetapkan target pendapatan sebesar Rp11,58 triliun pada 2019 atau tumbuh 55,40% dari realisasi 2018. Target pendapatan ini berasal dari proyeksi penjualan ekspor sebesar Rp626,98 atau tumbuh 125,42% secara tahunan. 

Kemudian, penjualan lokal sebesar Rp10,96 triliun atau tumbuh 52,68% secara tahunan. Dengan demikian, laba bersih diproyeksi mencapai Rp480,86 miliar pada 2019 atau tumbuh 19,68% secara tahunan. 

Pada perdagangan Senin (22/4/2019), saham KAEF melemah 3,12% ke level Rp3.100 atau turun 100 poin. Meski demikian, secara year to date saham ini telah menguat 19,23%.

Saham KAEF saat ini diperdagangkan pada price to earning ratio 41,33 kali dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp17,22 triliun. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, kimia farma

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup