Jelang Rilis Data Ekonomi, Begini Proyeksi Harga Emas dan Mata Uang

Pada Kamis (18/4/2019), sejumlah data ekonomi di berbagai negara akan menjadi sentimen penggerak mata uang dan harga komoditas.
Hafiyyan | 18 April 2019 09:08 WIB
Ilustrasi - Pedagang menata perhiasan emas di sentral penjualan emas pusat Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA—Pada Kamis (18/4/2019), sejumlah data ekonomi di berbagai negara akan menjadi sentimen penggerak mata uang dan harga komoditas.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam laporan hariannya menuliskan, perilisan data tenaga kerja Australia yang dirilis pukul 08.30 WIB berpeluang akan menjadi penggerak pasar di awal perdagangan hari Kamis, khususnya dolar Australia.

Selanjutnya perhatian akan tertuju pada perilisan data indeks jasa dan manufaktur dari sejumlah negara zona Euro untuk mencari petunjuk tingkat kesehatan ekonomi di kawasan tersebut di tengah pandangan yang kurang optimis dari pejabat European Central Bank baru-baru ini.

Setelah itu perilisan data penjualan ritel Inggris berpeluang akan menjadi kunci bagi pergerakan poundsterling di tengah data inflasi yang pesimis dan masih belum jelasnya perkembangan Brexit. Baru-baru ini diberitakan masih buntunya negosiasi antara PM May dengan pemimpin Oposisi.

“Di sesi Amerika, perilisan data penjualan retail AS akan menjadi fokus utama investor yang berpeluang akan memicu volatilitas di pasar keuangan,” paparnya, Kamis (18/4/2019).

Berikut analisis potensi pergerakan harga komoditas dan mata uang hari ini:

Emas
Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sedang solidnya sentimen risk appetite untuk menguji level support di US$1270 - US$1265. Namun, jika bergerak naik, level resisten terlihat di US$1278 - US$1283 dengan para pelaku pasar akan menantikan perilisan data penjualan retail AS pada pukul 19.30 WIB untuk petunjuk pergerakan harga emas lebih lanjut.

Minyak
Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah isu bahwa kesepakatan OPEC dengan sekutunya akan berakhir di semester pertama tahun ini dengan menguji level support di US$63,40 - US$62,90. Namun jika pasar mempertimbangkan turunnya cadangan AS, harga minyak berpeluang untu bergerak naik menguji resisten di US$64,20 - US$64,70.

EURUSD
EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika data indeks manufaktur dan jasa dari sejumlah negara zona Euro yang dirilis mulai pukul 14.15 WIB hingga 15.00 WIB dilaporkan menunjukkan hasil yang pesimis. Sebaliknya, jika data menunjukkan hasil yang lebih baik dari estimasi berpotensi mendorong kenaikan EURUSD untuk menguji level resisten di 1.1330 - 1.1380.

GBPUSD
Sinyal data ekonomi Inggris terakhir dan ketidakpastian Brexit berpeluang memicu pelemahan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3010 - 1.2960. Namun, GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menargetkan resisten di 1.3070 - 1.3120 jika data penjualan retail Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB menunjukkan hasil yang optimistis.

USDJPY
USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek seiring optimisnya data manufaktur Jepang dan melemahnya dolar AS untuk menguji support di 111.70 - 111.20. Namun jika sentimen risk appetite kembali mendominasi pasar, USDJPY berpeluang bergerak naik untuk menguji resisten di 112.30 - 112.80.

AUDUSD
AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji resisten di 0.7200 - 0.7240 jika data tenaga kerja Australia diriils lebih baik dari estimasi. Sebaliknya, jika data dirilis pesimis, AUDUSD berpeluang bergerak turun untuk menguji support di 0.7140 - 0.7100.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup