Kekhawatiran Pasar terhadap Perlambatan Ekonomi Mereda, Emas Kehilangan Daya Tarik

Harga emas jatuh ke level terendahnya dalam kurun waktu lebih dari satu pekan pada perdagangan Senin (15/4/2019) akibat berkurangnya kekhawatiran pasar terkait dengan perlambatan ekonomi global sehingga merusak daya tarik emas.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 15 April 2019  |  15:26 WIB
Kekhawatiran Pasar terhadap Perlambatan Ekonomi Mereda, Emas Kehilangan Daya Tarik
Harga emas - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas jatuh ke level terendahnya dalam kurun waktu lebih dari satu pekan pada perdagangan Senin (15/4/2019) akibat berkurangnya kekhawatiran pasar terkait dengan perlambatan ekonomi global sehingga merusak daya tarik emas.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (15/4/2019) pukul 14.53 WIB, harga emas di bursa Comex bergerak melemah 0,42% menjadi US$1.289,70 per troy ounce, sedangkan harga emas di pasar spot bergerak melemah 0,24% menjadi US$1.287,20 per troy ounce.

Analis Pasar di CMC Markets Singapura Margaret Yang mengatakan bahwa data China yang lebih baik daripada perkiraan pasar dan awal yang kuat untuk musim laporan keuangan AS telah menekan kekhawatiran pasar terkait dengan perlambatan ekonomi global dan merusak daya tarik emas sebagai aset investasi aman.

"Harga emas telah jatuh karena membaiknya data ekonomi makro yang mendukung pengambilan risiko," ujar Margaret seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/4/2019).

China berhasil memiliki angka pertumbuhan kredit dan ekspor yang lebih baik daripada perkiraan pasar. Berdasarkan data China, ekspor berhasil naik 14,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menjadi pertumbuhan terkuat dalam 5 bulan.

Harapan tercapainya kesepakatan perdaganan AS dan China yang ditunjukkan dari perkembangan positif dalam perundingan kedua negara tersebut juga menjadi katalis negatif emas.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa hasil perjanjian perdagangan AS-China akan jauh melampaui dari upaya yang telah dilakukan sebelumnya untuk membuka kembali pasar China bagi perusahaan-perusahaan AS dan berharap bahwa kedua belah pihak semakin dekat dengan posisi final dalam negosiasi tersebut.

Emas, yang biasanya dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik, menderita ketika sentimen pendukung aset berisiko muncul kembali.

Saham Asia memulai minggu ini dengan pijakan yang kuat sementara safe-haven yen melayang di dekat level terendah tahun ini. Pada perdagangan Senin (15/4/2019) pukul 14.53 WIB, yen bergerak menguat tipis 0,09% menjadi 111,92 yen per dolar AS.

Emas bergerak melemah meskipun IMF telah memangkas prospek pertumbuhan global sepanjang tahun ini menjadi hanya 3,3% level terendah sejak krisis keuangan.

Analis Pasar OANDA Alfonso Esparza mengatakan, Federal Reserve telah cukup bersabar sepanjang kuartal pertama tahun ini, tetapi akibat data ekonomi yang berangsur membaik maka kesempatan untuk menurunkan suku bunga semakin hilang. "Jika penjualan ritel mengungguli ekspetasi pasar, maka data tersebut akan meningkatkan peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini," ujar Alfonso.

Adapun, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk investor memegang emas.

Sementara itu untuk pergerakan logam mulia lainnya, perak di pasar spot bergerak melemah 0,14% menjadi US$14,95 per troy ounce. Selain itu, platinum bergerak menurun 0,53% menjadi US$886,7 per troy ounce dan paladium bergerak melemah 0,33% menjadi US$1.369,87 per troy ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini, harga emas comex

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top