Penerbitan Obligasi Kuartal I/2019 Redup, Korporasi Tunggu Pilpres

Keputusan beberapa emiten untuk menunda rencana penerbitan surat utang menjelang Pemilu membuat total volume emisi obligasi pada kuartal I/2019 turun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Nicken Tari | 08 April 2019 16:43 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan beberapa emiten untuk menunda rencana penerbitan surat utang menjelang Pemilu membuat total volume emisi obligasi pada kuartal I/2019 turun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, total volume emisi obligasi korporasi sepanjang 3 bulan pertama tahun ini tercatat Rp24,07 triliun atau turun 42,71% dibandingkan dengan kuartal I/2018 yang senilai Rp42,02 triliun.

Adapun, tiga besar perusahaan efek dengan volume emisi terbanyak pada kuartal I/2019 masih ditempati oleh Indo Premier Securities, Mandiri Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. Indo Premier Securities tetap memimpin pada awal tahun ini dengan volume emisi obligasi senilai Rp4,31 tirliun dan pangsa pasar sebesar 21,34%. 

Selanjutnya, Mandiri Sekuritas mengikuti dengan volume emisi senilai Rp2,65 triliun dan pangsa pasar sebesar 13,14%. Sementara itu, PT Danareksa Sekuritas mencatatkan volume emisi obligasi senilai Rp2,34 triliun dengan pangsa pasar 11,61%.

Managing Director Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing menyampaikan bahwa secara umum, sepinya penerbitan obligasi pada awal tahun ini memang disebabkan oleh sebagian emiten menunda rencana emisi sampai dengan perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) selesai.

“Selain itu, juga cukup besar obligasi yang akan jatuh tempo pada Mei dan Juni, [sehingga] potensial untuk menyerap obligasi yang baru,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (8/4/2019).

Berdasarkan catatan Bisnis.com, setidaknya ada Rp26,60 triliun obligasi yang akan jatuh tempo pada Mei dan Juni dengan komposisi masing-masing Rp9,05 triliun dan Rp17,54 triliun. 

Boumediene pun memperkirakan penerbitan obligasi setelah Pemilu nanti bisa naik signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, diharapkan tahun ini muncul stabilitas di pasar setelah diterpa volatilitas pada tahun lalu. “Sebagian emiten yang menunda rencana emisi tahun lalu, mudah-mudahanan masuk pasar pasca Pemilu,” imbuh Boumediene.

Adapun, Boumediene mengungkapkan bahwa Danareksa Sekuritas telah memiliki pipeline obligasi dengan target penyelesaian di kuartal II/20109 sekitar 6 mandat.

Selanjutnya, Director and Head of Investment Banking PT Indo Premier Sekuritas Rayendra L. Tobing menyampaikan bahwa tren suku bunga juga mempengaruhi minat emiten untuk menerbitkan obligasi. 

Adapun, suku bunga yang rendah pada kuartal I/2018 dinilai membuat emiten banyak menerbitkan obligasi dengan antisipasi suku bunga dinaikkan. “Dan emiten terbitkan obligasi, besaran dan waktunya, tergantung kebutuhan masing-masing emiten,” ujarnya.

Rayendra memperkirakan, emisi obligasi di sepanjang semester I/2019 masih akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena kondisi pasar yang masih wait and see jelang Pemilu dan libur lebaran pada awal Juni.

Dalam perkembangan terpisah, emiten operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. masih mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi dan surat utang lainnya pada tahun ini. “Kalau kondisi pasar bagus, kami rencana mau [terbitkan surat utang],” kata Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin pekan lalu.

Adapun, penerbitan obligasi dan sukuk ijarah yang ditawarkan EXCL pada awal tahun ini tidak sesuai target, yakni hanya terserap masing-masing Rp634 miliar dan Rp640 miliar dari target total sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.

Sementara itu, per akhir kuartal I/2019, Bursa Efek Indonesia telah mengantongi daftar 8 perusahaan dengan total 9 instrumen yang bersiap-siap untuk mencatatkan penerbitan obligasi dan sukuk di bursa pada kuartal kedua 2019 dengan total nilai Rp8,85 triliun.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, obligasi korporasi, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup