Harga Seng Menguat di Tengah Ketidakpastian Perundingan Dagang AS—China

Harga seng berhasil terapresiasi pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (5/4/2019), seiring dengan kekhawatiran pasar tentang kekurangan pasokan pada jangka pendek di tengah ketidakpastian kesepakatan perdagangan AS dan China.
Finna U. Ulfah | 07 April 2019 18:12 WIB
/Bisnis/Kelik Taryono

Bisnis.com, JAKARTA - Harga seng berhasil terapresiasi pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (5/4/2019), seiring dengan kekhawatiran pasar tentang kekurangan pasokan pada jangka pendek di tengah ketidakpastian kesepakatan perdagangan AS dan China.

Pada penutupan perdagangan Jumat (5/4/2019), harga seng di bursa London Metal Exchange naik 0,86% atau menguat 25 poin menjadi US$2.922 per ton.

Dilansir dari Reuters, harga logam sebelumnya telah didorong oleh komentar Presiden AS Donald Trump pada Kamis (4/4/2019) bahwa kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, AS dan China, semakin dekat untuk menghasilkan kesepakatan atas konflik perdagangannya yang memanas sepanjang tahun lalu.

Kemudian pada keesokan harinya, pada perdagangan Jumat (5/4/2019), Trump mengirimkan sinyal berbeda, mengatakan bahwa dirinya tidak ingin memprediksi hasil kesepakatan yang akan tercapai dari perundingan dengan China tersebut.

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pun menambahkan bahwa masalah dari perundingan tersebut masih ada. Analis Julius Baer di Zurich, Carsten Menke mengatakan bahwa dirinya tidak yakin bahwa kesepakatan AS dengan negara konsumen logam terbesar, China, akan mengangkat harga pasar.

"Jika dengan pembicaraan perdagangan ekonomi China akan membaik, maka ekonomi akan membutuhkan lebih sedikit stimulus. Bahkan, jika AS dan China tidak mendapatkan kesepakatan, yang menurut saya sangat mungkin, maka diperkirakan tidak ada permintaan yang signifikan dalam permintaan logam," ujar Carsten seperti dikutip dari Reuters, Minggu (7/4/2019).

Adapun, seng merupakan logam dengan kinerja terbaik kedua di London Metal Exchange pada kuartal I/2019 setelah nikel. Seng telah bergerak menguat 18% akibat meningkatnya pasokan dari tambang yang menghadapi hambatan dalam untuk diproses menjadi logam.

Sementara itu,  pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga seng patokan dunia naik juga dibantu oleh tipisnya transaksi volume perdagangan seng. Hal tersebut diakibatkan oleh bursa Shanghai yang tutup akibat hari libur nasional China.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, harga seng

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup