Penjualan DILD Belum Kencang, Tunggu Momentum Pemilu

Emiten berkode saham DILD ini hanya mampu mencatatkan pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp2,28 triliun, bahkan lebih rendah sekitar 22,1% dibandingkan perolehan 2017 yang mencapai Rp2,93 triliun.
Anitana Widya Puspa | 17 Maret 2019 18:59 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Capaian penjualan PT Intilad Development Tbk. tahun 2018 masih berada di bawah target yang ditetapkan sebesar Rp3 triliun.

Emiten berkode saham DILD ini hanya mampu mencatatkan pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp2,28 triliun, bahkan lebih rendah sekitar 22,1% dibandingkan perolehan 2017 yang mencapai Rp2,93 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi DILD, Archied Noto Pradono mengatakan pasar properti masih lemah terutama untuk penyerapan produk apartemen.

Hal itu, lanjut dia, berdampak pada merosotnya kinerja pra penjualan sepanjang 2018, karena proyek DILD, mayoritas merupakan high rise. Perusahaan bahkan menunda peluncuran 2 proyek apartemen di Surabaya dan Jakarta.

“Faktanya adalah pasar menunggu momentum terbaik untuk kembali melakukan transaksi pembelian dan investasi,” ungkapnya kepada Bisnis Minggu (17/3/2019).

DILD selanjutnya memasang target pertumbuhan sedang untuk pra penjualan yakni 10% dibandingkan tahun lalu dengan optimisme bahwa kondisi politik yang memanas akan selesai pada April ini.

Belanja modal DILD tahun ini senilai Rp1,5 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun lalu dengan banyak selesainya konstruksi apartemen pada tahun lalu dan hanya akan melanjutkan penjualan proyek eksisting.

Adapun perolehan marketing sales 2018, diperoleh dari pengembangan proyek-proyek di Jakarta mencapai Rp1,39 triliun, atau 60,8% dari keseluruhan.

Sementara, hasil penjualan dari pengembangan proyek-proyek di Surabaya mencapai Rp893,7 miliar atau memberikan kontribusi sekitar 39,1%.

Adapun penjualan dari segmen pengembangan kawasan perumahan membukukan marketing sales Rp569,2 miliar, atau melonjak 17,8% dibandingkan 2017 senilai Rp483 miliar.

Pengembangan kawasan perumahan yang bersumber dari penjualan tujuh proyek hunian ini tercatat memberikan kontribusi marketing sales sebesar 24,9%dari keseluruhan.

Kondisi marketing sales berbanding terbalik dengan kinerja pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang tercatat mencapai Rp595,7 miliar, atau melonjak 12,8% dibandingkan tahun 2017 senilai Rp528,2 miliar.

Tag : intiland
Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top