Bursa Eropa Berakhir Flat di Tengah Sentimen Brexit

Bursa Eropa berakhir flat pada perdagangan Selasa (12/3/2019), setelah mengalami sesi yang fluktuatif seiring memudarnya harapan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May dapat memenangkan dukungan untuk rencana Brexitnya dalam voting di Parlemen.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  06:23 WIB
Bursa Eropa Berakhir Flat di Tengah Sentimen Brexit
Suasana di lantai bursa Eropa.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa berakhir flat pada perdagangan Selasa (12/3/2019), setelah mengalami sesi yang fluktuatif seiring memudarnya harapan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May dapat memenangkan dukungan untuk rencana Brexitnya dalam voting di Parlemen.

Berdasarkan data Reuters, indeks saham Eropa ditutup turun tipis 0,04% sedangkan indeks Stoxx zona euro naik hanya 0,1%.

Namun indeks ISEQ di Dublin, yang biasanya melemah di tengah kekhawatiran Brexit yang kacau, mampu naik 0,25% saat investor masih yakin bahwa Brexit tanpa kesepakatan pada akhirnya akan dihindari.

Adapun indeks FTSE 100 Inggris naik 0,3% setelah pelemahan nilai tukar pound sterling memberikan dorongan secara perhitungan keuangan untuk eksportir besar yang mendominasi indeks tersebut.

Pound sterling mengalami volatilitas besar, sehingga mendorong saham blue chip bergerak masuk dan keluar dari wilayah positif.

Di antara saham individu, perusahaan teknik asal Prancis Spie melonjak 8,6% setelah melaporkan laba bersih lebih kuat dari yang diperkirakan.

Saham peritel obat asal Swiss Galenica juga mampu membukukan penguatan, sebesar 6,2% setelah laporan laba full year dan dividennya melampaui ekspektasi pasar.

Di sisi lain, saham produsen mobil asal Jerman, Volkswagen, turun 1,8% setelah melaporkan penurunan margin operasi untuk merek inti VW dan mengumumkan akan memperkenalkan hampir 70 model mobil listrik baru pada tahun 2028.

Secara keseluruhan, musim laporan kinerja keuangan perusahaan untuk kuartal keempat kurang memuaskan. Selama empat bulan terakhir, analis telah memangkas ekspektasi pertumbuhan laba mereka untuk 2019 dari 9% menjadi hanya 5%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top