Wall Street Terdorong Naik Pernyataan Trump Soal Perang Dagang

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir menguat pada perdagangan Senin (25/2/2019), setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan menunda rencana kenaikan tarif terhadap impor barang-barang China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  06:59 WIB
Wall Street Terdorong Naik Pernyataan Trump Soal Perang Dagang
Bursa AS/Ilustrasi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir menguat pada perdagangan Senin (25/2/2019), setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan menunda rencana kenaikan tarif terhadap impor barang-barang China.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup naik 0,12% atau 3,44 poin di level 2.796,11, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,23% atau 60,14 poin di level 26.091,95, sedangkan indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 0,36% atau 26,92 poin di level 7.554,46.

Penundaan batas waktu tarif tersebut dipandang sebagai tanda yang paling jelas sejauh ini bahwa AS-China mendekati kesepakatan untuk mengakhiri konflik perdagangan berkepanjangan, yang telah memperlambat pertumbuhan global dan meresahkan pasar.

Meski demikian, penguatan ketiga indeks tampak terbatas setelah berpekan-pekan kenaikan yang ditopang sentimen optimisme perdagangan dan sinyal dovish dari bank sentral AS Federal Reserve.

“Banyak kabar baik yang terkait dengan perdagangan pada saat ini,” ujar R.J. Grant, kepala perdagangan di Keefe, Bruyette & Woods, New York.

"Ada begitu banyak yang bisa kita padukan ketika seseorang mengatakan kita membuat kemajuan. Hal-hal mengenai perdagangan sedikit menjadi distraksi. Jika Anda kembali melihat pertumbuhan ekonomi, itu jelas melambat,” lanjutnya.

Indeks S&P 500 berakhir 4,9% di bawah rekor penutupan tertinggi pada September tahun lalu setelah sempat mempersempit selisihnya menjadi 4,3% di awal sesi.

Investor kini menantikan penyampaian pernyataan oleh Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan komite Senat AS pada Selasa (26/2/2019) waktu setempat.

“Dalam jangka pendek isu perdagangan mereda sehingga selanjutnya yang ditunggu adalah pernyataan Powell kepada Kongres. Mungkin saja para investor mulai sedikit terdiam karena apa yang menurut mereka dapat dikatakan Powell,” terang Michael Cuggino, manajer portofolio di Permanent Portfolio Funds, San Francisco.

Investor juga waspada terhadap pelemahan estimasi untuk kinerja keuangan perusahaan saat ini. Pada Senin, Wall Street memperkirakan penurunan 0,9% dalam laba per saham kuartal pertama pada S&P dibandingkan dengan ekspektasi untuk pertumbuhan 5,3% pada 1 Januari, menurut data IBES dari Refinitiv.

“Sulit melihat valuasi untuk terus meningkat dalam menghadapi perkiraan penurunan laba,” ujar Jeffrey Kleintop, kepala strategi investasi global di Charles Schwab, Boston.

Dari 11 sektor utama pada S&P, tujuh di antaranya berakhir menguat. Setelah naik 1,4%, indeks finansial mengikis sebagian besar kenaikannya dan ditutup naik hanya 0,4%.

Namun indeks teknologi S&P naik 0,5%, dengan indeks semikonduktor Philadelphia menguat 0,8% mengingat kaitan besar perusahaan-perusahaan chip pada China.

Adapun indeks Bioteknologi Nasdaq naik 2%, dorongan terbesarnya berasal dari saham Spark Therapeutics Inc. yang meroket 120% setelah produsen obat asal Swiss Roche Holding AG setuju untuk membelinya seharga US$4,3 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup