Valuasi Saham Rendah, Saatnya Beli BBNI

Valuasi harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tengah terdiskon dengan price to book ratio 1,5 kali sebesar -1 standar deviasi di bawah rata-rata historis 5 tahun yang memiliki price to book ratio 1,6 kali.
Anida ul Masruroh
Anida ul Masruroh - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  14:39 WIB
Valuasi Saham Rendah, Saatnya Beli BBNI
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Negara Indonesia Tbk, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Valuasi harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tengah terdiskon dengan price to book ratio 1,5 kali sebesar -1 standar deviasi di bawah rata-rata historis 5 tahun yang memiliki price to book ratio 1,6 kali.

Berdasarkan analisis Pusat Riset Bisnis Indonesia, saham BBNI juga terbilang relatif lebih rendah apabila dibandingkan dengan price to book ratio indeks sektor keuangan sebesar 1,9 kali.

Price to book value atau rasio harga terhadap nilai buku adalah rasio valuasi investasi yang digunakan untuk membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai buku. Secara umum saham-saham dengan price to book value yang rendah memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Saham BBNI ditutup melemah –20 poin ke level 8.800 mengakhiri perdagangan sesi I Kamis (21/2).  Sebaliknya, terpantau IHSG ditutup menguat hari ini +4.26 poin ke level 6.517 setelah sempat tergelincir ke level 6.501 merespons rilis risalah FOMC meeting Desember 2018 yang tidak jelas dan cukup membingungkan pelaku pasar.

Di sisi lain, perkembangan penyelesaian sengketa dagang antara AS dan China menjadi sentimen positif yang menyelimuti pasar hari ini. Diperkirakan Trump dan Xi Jinping akan bertemu dalam upaya pencapaian Nota Kesepahaman pada bulan depan di Beijing.

Secara fundamental, rilis laporan keuangan kuartal IV menunjukkan kinerja BBNI tahun 2018 tercatat tumbuh positif, baik dari sisi penyaluran kredit maupun pencapaian laba bersih. Kinerja itu masing-masing tumbuh sebesar 16,2% menjadi Rp512 triliun dan 10,3% menjadi Rp15 miliar.

Bank BUMN plat merah ini juga mampu menjaga kualitas aset dengan NPL yang cenderung menurun menjadi 1,9% pada tahun 2018. Selain itu, coverage ratio juga terpantau meningkat ke level 152,9%. Semua indikator ini cukup memberikan informasi fundamental Bank BNI cukup solid.

Secara teknikal analisis, terlihat bearish candlestcik dengan indikator stochastic oscillator yang mulai menyempit mengonfirmasi tren bearish. Sementara itu, indikator relative strength index berada pada area netral. Diperkirakan saham BBNI akan mencoba menguat menuju 8.880 menguji MA50 sebagai resistance terdekat. Adapun pergerakan saham BBNI akan berada dalam rentang 8.675 – 8.900 pada perdagangan hari ini.

Sumber: Bloomberg

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, bni

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top