Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Arpeni Pratama (APOL) Kantongi Izin Restrukturisasi Utang

Emiten pelayaran PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. mengantongi restu dari pemberi pinjaman untuk menempuh restrukturisasi atas utang perseroan dengan nilai ekuivalen mencapai Rp6,52 triliun.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  14:57 WIB
Arpeni Pratama (APOL) Kantongi Izin Restrukturisasi Utang
Kapal PT Arpeni Pratama Ocean Line - www.apol.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. mengantongi restu dari pemberi pinjaman untuk menempuh restrukturisasi atas utang perseroan dengan nilai ekuivalen mencapai Rp6,52 triliun.

Sekretaris Perusahaan Arpeni Pratama Ocean Line menyampaikan perseroan telah mengajukan Perjanjian Perdamaian utuk restrukturisasi tersebut dan telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi dari kreditur mayoritas.

“Perseroan telah melakukan pemungutan suara untuk pemegang USD Noteholders dan hasil voting menyatakan 75,03% pemegang USD Noteholders menyetujui usulan restrukturisasi yang ditawarkan perseroan,” ungkap Ferdy saat dikonfirmasi Bisnis.com, dikutip Selasa (19/2/2019).

Ferdy menyampaikan perseroan sebelumnya juga telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) APOL II Tahun 2008 dan Rapat Umum Pemegang Surat Berharga Jangka Menengah Syariah Ijarah APOL II Tahun 2008 pada 28 November 2018.

Dari kedua rapat umum tersebut, perseroan juga telah mengantongi izin untuk melaksanakan restrukturisasi atas utang perseroan.

Adapun, perhitungan suara kreditur mayoritas yaitu sebear dua pertiga dari kreditur separatis atau sebesar 94,9% menyetujui usulan restrukturisasi dengan menandatangani Perubahan Perjanjian Perdamaian. Adapun, 7 dari 10 kreditur konkuren atau sebesar 67% menyetujui restrukturisasi dengan menandatangani Perubahan Perjanjian Perdamaian.

Dari hasil rapat tersebut, Perubahan Perjanjian Perdamaian antara perseroan dengan kreditur telah menjadi efektif terhitung sejak Kamis, 7 Februari 2019. Dalam waktu dekat, perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten arpeni pratama ocean lines
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top