Harapan Hasil Diskusi Dagang & Data Inflasi Hijaukan Wall Street

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kembali menghijau pada perdagangan Rabu (13/2/2019), didorong optimisme seputar perundingan perdagangan AS-China dan data inflasi yang berpotensi mendorong Federal Reserve menahan suku bunganya dalam jangka pendek.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  07:09 WIB
Harapan Hasil Diskusi Dagang & Data Inflasi Hijaukan Wall Street
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kembali menghijau pada perdagangan Rabu (13/2/2019), didorong optimisme seputar perundingan perdagangan AS-China dan data inflasi yang berpotensi mendorong Federal Reserve menahan suku bunganya dalam jangka pendek.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup naik 0,3% atau 8,3 poin di level 2.753,03, indeks Nasdaq Composite naik 0,08% atau 5,76 poin ke level 7.420,38, sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 0,46% atau 117,51 poin di level 25.543,27.

Ketiga indeks saham utama tersebut menguat, dengan S&P 500 dan Nasdaq membukukan reli kenaikan hari keempat beruntun. Untuk hari kedua berturut-turut, S&P 500 ditutup di atas rata-rata pergerakan (MA) 200 hari, level teknis kunci.

Dari 11 sektor pada S&P 500, hanya jasa utilitas dan komunikasi yang berakhir di zona merah. Energi membukukan kenaikan persentase terbesar seiring dengan penguatan harga minyak mentah.

Di Beijing, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengungkapkan perkembangan baik mengenai perundingan perdagangan yang tengah berlangsung. Sejumlah pejabat tinggi pemerintah AS-China bertemu di ibu kota China tersebut untuk menyelesaikan konflik perdagangan antara kedua negara.

Mnuchin menambahkan bahwa ia berharap akan ada pertemuan-pertemuan dengan hasil yang produktif beberapa hari ke depan.

“Pasar sangat rentan terhadap berita,” kata Bernard Baumohl, kepala ekonom global di Economic Outlook Group di Princeton.

“(Investor) menunggu dan berharap kabar baik akan terdengar dari negosiasi perdagangan dengan China, serta untuk tanda-tanda lanjutan bahwa ekonomi masih tumbuh dengan laju yang sehat tanpa memanaskan inflasi.”

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan harga konsumen tidak berubah untuk bulan ketiga berturut-turut pada Januari. Ini menjadi tanda bahwa bank sentral AS The Fed dapat mempertahankan suku bunganya stabil untuk saat ini.

Sementara itu, musim laporan keuangan korporasi kuartal keempat mendekati akhir, dengan lebih dari dua pertiga perusahaan dalam S&P 500 telah merilis laporannya.

Meski sejumlah analis melihat pertumbuhan pertumbuhan laba kuartal keempat sebesar 16,6%, prospek untuk kuartal saat ini tampak kurang optimistis.

Laba kuartal pertama diproyeksikan turun 0,3% dari tahun lalu, menandai penurunan pertama sejak resesi laba yang berakhir pada 2016, menurut data Refinitiv.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top