Wall Street Serentak Menguat, Ini Faktor Pendorongnya

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) serentak menguat pada perdagangan Selasa (12/2/2019), didorong potensi terhindarnya government shutdown lebih lanjut serta optimisme seputar perundingan perdagangan AS-China.
Renat Sofie Andriani | 13 Februari 2019 06:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) serentak menguat pada perdagangan Selasa (12/2/2019), didorong perkembangan positif dari kongres AS terkait kesepakatan anggaran demi menghindari governmentshutdown lebih lanjut serta optimisme seputar perundingan perdagangan AS-China.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup menguat 1,29% atau 34,93 poin di level 2.744,73, indeks Nasdaq Composite menanjak 1,46% atau 106,71 poin ke level 7.414,62, sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 1,49% atau 372,65 poin di level 25.425,76.

Ketiga indeks saham utama tersebut membukukan kenaikan persentase harian terbesarnya sepanjang bulan ini. Indeks S&P 500 mengakhiri sesi perdagangan di atas rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak awal Desember.

Para perunding dari kubu Demokrat dan Republik dalam kongres AS menyusun kesepakatan tentatif bipartisan soal keamanan perbatasan pada Senin (11/2) malam waktu setempat demi mencegah penutupan sebagian layanan pemerintah (partial government shutdown) lebih lanjut.

Namun, Presiden Donald Trump pada Selasa (12/2) menyatakan tidak puas dengan kesepakatan tersebut dan karenanya belum memutuskan apakah akan mendukungnya. Sementara itu, pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri dan beberapa badan pemerintahan lainnya akan berakhir pada Jumat (15/2).

“Ada kombinasi harapan bahwa penutupan pemerintah tidak akan terjadi dan mungkin batas waktu (tarif) 1 Maret tidak begitu tegas,” kata Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities.

“Para pelaku pasar [sebelumnya] khawatir akan melihat kenaikan dramatis dalam hal tarif, dan keresahan itu kini telah sedikit berkurang,” lanjutnya.

Trump mengatakan akan bersedia untuk membiarkan batas waktu tarif 1 Maret berlalu ketika para pejabat tinggi AS tiba di Beijing untuk mengadakan perundingan lanjutan tentang isu perdagangan dengan pejabat China akhir pekan ini, guna menyelesaikan konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

Hampir seluruh sektor utama pada S&P 500, kecuali real estat, ditutup di wilayah positif. Saham teknologi memberikan dorongan terbesar bagi S&P 500 sekaligus mendorong kenaikan Nasdaq.

Adapun perusahaan industri yang sensitif terhadap isu tarif mendorong kenaikan Dow, dipimpin oleh 3M Co, Caterpillar Inc, United Technologies Corp dan Boeing Co.

Saham Amazon.com Inc menjadi pendongkrak terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq, dengan naik 3% setelah Walmart Inc mengakhiri kemitraannya dengan perusahaan logistik Devi untuk layanan pengiriman bahan pangan.

Tag : wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top