Garap Proyek Perkeretapian, PP (PTPP) Bentuk JV Baru

PT PP (Persero) Tbk. membentuk usaha patungan atau joint venture yang akan menggarap proyek perkeretapian umum Makassar—Parepare.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 11 Februari 2019  |  20:35 WIB
Garap Proyek Perkeretapian, PP (PTPP) Bentuk JV Baru
Pekerja mengerjakan proyek pembangunan hunian bertingkat PT PP (Persero) Tbk. di Jakarta, Senin (29/5). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com,JAKARTA—PT PP (Persero) Tbk. membentuk usaha patungan atau joint venture yang akan menggarap proyek perkeretapian umum Makassar—Parepare.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), PP melaporkan pembentukan usaha patungan atau joint venture (JV). Emiten berkode saham PTPP itu bersama PT Bumi Karsa,  PT China Communications Construction Engineering Indonesia, dan PT Iroda Mitra telah melakukan penyertaan saham dalam suatu perusahaan patungan bernama PT Celebes Railway Indonesia.

Adapun, modal dasar usaha patungan senilai Rp200 miliar dan modal yang telah ditempatkan dan disetor senilai Rp50 miliar. PTPP mengempit kepemilikan 45% saham dari modal ditempatkan dan modal disetor atau setara dengan Rp22,5 miliar.

Saat dihubungi Bisnis.com, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PP M. Aprindy mengatakan konsorsium tersebut akan menggarap proyek perkeretapian umum Makassar-Parepare. Selain PTPP, konsorsium akan beranggotakan tiga perusahaan lainnya dengan porsi kepemilikan saham Bumi Karsa 22,5%, China Communications Construction Engineering Indonesia 22,5%, dan Iroda Mitra 10%.

“Nilai investasi Makassar Pare-Pare Rp1,005 triliun,” ujarnya, Senin (11/2).

Untuk pendanaan proyek, Aprindy menyebut sebesar 30% akan dipenuhi dari ekuitas para pemegang saham. Sisanya atau sebesar 70% akan dipenuhi melalui pinjaman.

Dia mengungkapkan perseroan akan mengantongi pendapatan dari pekerjaan konstruksi diproyek tersebut. Selain itu, PTPP juga akan mendapatkan recurring income. “Skema dari proyek ini kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Konsesi yang dimiliki selama 18,5 tahun dengan konsep design-built-finance-operate- maintain and transfer (DBFOMT),” paparnya.

Aprindy menyebut PTPP masih akan terlibat dalam beberapa proyek yang menggunakan skema KPBU. Saat ini, kontraktor pelat merah itu tengah mengincar beberapa proyek sejenis.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ptpp, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top