Direktur Pelaksana IMF Chistine Lagarde: Eksportir Minyak Belum Sepenuhnya Pulih

Direktur Pelaksana International Monetary Funds Chistine Lagarde mengatakan bahwa eksportir minyak belum sepenuhnya pulih dari penurunan harga pada 2014. Dia juga memperingatkan tentang maraknya investasi proyek gajah putih.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 09 Februari 2019  |  19:21 WIB
Direktur Pelaksana IMF Chistine Lagarde: Eksportir Minyak Belum Sepenuhnya Pulih
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde:Eksportir Minyak Belum Sepenuhnya Pulih - REUTERS/Arnd Wiegmann

Bisnis.com, JAKARTA—Direktur Pelaksana International Monetary Funds Chistine Lagarde mengatakan bahwa eksportir minyak belum sepenuhnya pulih dari penurunan harga pada 2014. Dia juga memperingatkan tentang maraknya investasi proyek "gajah putih".

Dalam konferensi pers di Dubai, Lagarde mengatakan kondisi yang terjadi di tengah pendapatan yang berkurang, defisit fiskal yang menurun perlahan, meskipun ada reformasi signifikan pada sisi pengeluaran dan pendapatan, termasuk pengenaan PPN dan pajak cukai.

"Ini telah menyebabkan peningkatan tajam dalam utang publik, dari 13% dari PDB [Produk Domestik Bruto] pada 2013 menjadi 33% pada 2018,” kata Lagarde sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (9/2/2019).

Lagarde menjelaskan bahwa ketidakpastian dalam proyeksi pertumbuhan bagi eksportir minyak di dunia menandakan pilihan negara-negara untuk beralih kepada energi terbarukan dalam beberapa dekade terakhir. Hal itu juga disebutnya sejalan dengan pakta iklim Paris.

Lagarde juga mengatakan masih ada ruang untuk meningkatkan kerangka fiskal di Timur Tengah dengan beberapa kelemahan yang berasal dari "Shorterm-ism dan kekurangan kredibilitas". Dia menuturkan, pemerintah di wilayah itu mungkin tergoda untuk lebih menyukai proyek "gajah putih" daripada investasi pada manusia dan potensi produktif.

Proyek "gajah putih" merupakan frasa yang digunakan untuk merujuk pada investasi yang biaya perawatannya tidak sesuai dengan seberapa bermanfaat atau berharganya barang tersebut.

Dari perspektif investasi, hal itu mengacu pada investasi, properti, atau bisnis yang sangat mahal untuk dioperasikan dan dipelihara sehingga sangat sulit menghasilkan keuntungan.

Arab Saudi, negara dengan ekonomi terbesar di Timur Tengah, telah mengumumkan rencana untuk melanjutkan tiga proyek besar termasuk NEOM, zona ekonomi senilai US$500 miliar yang diumumkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Proyek-proyek ini didukung oleh dana kekayaan negara, Dana Investasi Publik.

Lagarde juga mengatakan, banyak negara yang menggunakan kekayaan negara untuk secara langsung membiayai suatu proyek, melewati proses anggaran normal, sementara perusahaan milik negara memiliki tingkat pinjaman yang tinggi, di luar anggaran.

Lagarde mengatakan, eksportir minyak dapat mengikuti contoh negara-negara kaya sumber daya lainnya seperti Chili dan Norwegia dalam menggunakan aturan fiskal untuk mendukung program prioritas, seperti pengeluaran sosial, dari volatilitas harga komoditas.

Di antara importir minyak di kawasan Timur Tengah, menurutnya, pertumbuhan telah meningkat, tetapi masih di bawah level sebelum krisis keuangan global.

Defisit fiskal tetap tinggi, dan utang publik meningkat pesat—dari 64% PDB pada 2008 menjadi 85% dalam satu dekade kemudian. Utang publik, lanjut Lagarde, kini melebihi 90% dari PDB di hampir setengah dari negara-negara ini.

Di sisi lain, Lagarde mengatakan, IMF tidak melihat adanya resesi global. Namun, dia melihat adanya peningkatan risiko untuk pertumbuhan global karena ketegangan perdagangan dan pengetatan kondisi keuangan.

Berdasarkan revisi perkirakan IMF, ekonomi global akan tumbuh 3,5% tahun ini, lebih rendah dari yang diperkirakan pada Oktober.

"Tidak mengherankan, lingkungan global yang lebih lemah memiliki efek knock-on pada kawasan melalui berbagai saluran; perdagangan, pengiriman uang, aliran modal, harga komoditas, dan kondisi pembiayaan," kata Lagarde.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, bisnis properti, imf

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top