Dolar AS Terus Perkuat Reli, Ini Sebabnya

Reli penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang utama berlanjut pada perdagangan hari ini, Jumat (8/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  12:25 WIB
Dolar AS Terus Perkuat Reli, Ini Sebabnya
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Reli penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang utama berlanjut pada perdagangan hari ini, Jumat (8/2/2019).

Penguatan dolar AS seiring dengan meningkatnya daya tarik aset safe haven akibat kekhawatiran mengenai negosiasi perdagangan AS-China dan perlambatan pertumbuhan global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia naik 0,05% atau 0,046 poin ke level 96,553 pada pukul 11.37 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka naik 0,10% atau 0,117 poin di level 96,507, setelah  berakhir menguat 0,117 poin atau 0,12% di level 96,507 pada perdagangan Kamis (7/2), kenaikan hari keenam beruntun.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar bergerak di kisaran 96,547 – 96,610.

Dilansir dari Reuters, kekhawatiran tersebut muncul pada Kamis (7/2) setelah Komisi Eropa memangkas tajam proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini dan berikutnya. Negara-negara terbesar di kawasan tersebut diperkirakan akan terdampak ketegangan perdagangan global dan tantangan-tantangan domestik.

Hal ini menyulut menjalarnya kekhawatiran perlambatan global saat bisnis dan investor di kawasan tersebut bergulat dengan friksi perdagangan.

Keresahan investor soal ekonomi global diperburuk oleh komentar dari Presiden AS Donald Trump bahwa ia tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu pada 1 Maret mendatang yang ditetapkan guna mencapai kesepakatan perdagangan.

Pernyataan ini kembali memicu kekhawatiran bahwa kedua pihak tidak akan mencapai kesepakatan sebelum batas waktu yang ditetapkan pemerintahan Trump untuk memberlakukan kenaikan tarif atas barang-barang impor senilai US$200 miliar asal China.

“Dolar AS didukung oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan faktor-faktor eksternal,” kata Sim Moh Siong, pakar strategi mata uang di Bank of Singapore.

“Pasar sedang menantikan untuk melihat langkah-langkah kebijakan apa yang dapat menstabilkan pertumbuhan di seluruh dunia. Sampai itu terjadi, sulit untuk melihat dolar melemah,” tambahnya.

Indeks dolar AS telah menguat enam hari berturut-turut, utamanya karena pelemahan mata uang euro, yang memiliki sekitar 58% bobot pada indeks tersebut.

Nilai tukar euro siang ini terpantau turun tipis 0,01% ke US$1,1340 pada pukul 12.07 WIB, setelah berakhir melemah 0,18% di US$1,1341 pada perdagangan Kamis (7/2), penurunan hari keempat.

Posisi indeks dolar AS                                                        

8/2/2019

(Pk. 11.37 WIB)

96,553

(+0,05%

7/2/2019

96,507

(+0,12%)

6/2/2019

96,390

(+0,34%)

5/2/2019

96,067

(+0,22%)

4/2/2019

95,852

(+0,29%)

Sumber: Bloomberg

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top