Saham Toyota Lesu, Indeks Topix Berbalik Melemah

Indeks Topix Jepang ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (6/2/2019), dengan saham produsen mobil menjadi penekan utama setelah Toyota Motor Corp memangkas perkiraan laba dengan alasan kerugian ekuitas.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Februari 2019  |  15:47 WIB
Saham Toyota Lesu, Indeks Topix Berbalik Melemah
Bursa saham Tokyo Jepang - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Topix Jepang ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (6/2/2019), dengan saham produsen mobil menjadi penekan utama setelah Toyota Motor Corp memangkas perkiraan laba dengan alasan kerugian ekuitas.

Indeks Topix ditutup melemah 0,05% atau 0,75 poin ke level 1.582,13, setelah dibuka di zona positif menyusul penguatan indeks S&P 500 naik untuk hari kelima berturut-turut. Di sisi lain, indeks Nikkei 225 ditutup menguat 0,14% atau 29,61 poin ke level 20.874,06.

Toyota, yang memiliki bobot terbesar pada indeks Topix, ditutup melemah 0,7% setelah rilis laporan keuangannya. Produsen mobil tersebut memperkirakan laba bersih mencapai 1,87 triliun yen pada tahun 2019, lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar 2,3 triliun yen.

Topix diperdagangkan dalam kisaran ketat dengan emiten kimia yang memberikan dukungan, karena pasar menyerap komentar dari pidato State of the Union dari Presiden AS Donald Trump.

"Aksi beli akan kembali ke bursa Jepang selama ekuitas AS terus kembali, meningkatkan sentimen investor," kata Masayuki Doshida, analis pasar senior di Rakuten Economic Research Institute, seperti dikutip Bloomberg.

"Tetapi setiap pembelian aktif kecil kemungkinan terjadi karena kekhawatiran terhadap pendapatan perusahaan lokal dan ekonomi China,” lanjutnya.

"Saham AS jelas berbalik menguat sejak awal tahun dan lebih banyak investor menyadari bahwa saham Jepang telah tertinggal di belakang," kata Mitsuo Shimizu, analis di Aizawa Securities Co.

Selama pidatonya, Trump melancarkan perjuangannya melawan migrasi ilegal ke AS sebagai perjuangan moral, dan mengatakan “investigasi partisan" mengancam kemajuan ekonomi.

Dia juga mengonfirmasi rencana untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 27-28 Februari mendatang di Vietnam.

AS terancam menghadapi penutupan pemerintah parsial (shutdown) kedua dalam 10 hari ke depan jika presiden dan Partai Demokrat tidak dapat menyelesaikan perbedaan mereka atas pendanaan untuk tembok perbatasan AS-Meksiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top