Kurs Tengah Menguat 2 Poin, Mata Uang di Asia Tertekan Penguatan Indeks Dolar AS

Kurs jual ditetapkan di Rp14.046 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.906 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Februari 2019 11:45 WIB
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (4/2/2019) di level Rp13.976 per dolar AS, menguat hanya 2 poin atau 0,01% dari posisi Rp13.978 pada Jumat (1/2).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.046 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.906 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 38 poin atau 0,27% ke level Rp13.985 per dolar AS pada pukul 11.17 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.950-Rp13.994 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 2 poin atau 0,01% di posisi Rp13.950 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (1/2/2019), nilai tukar rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,18% di posisi Rp13.948 per dolar AS.

Rupiah melemah di saat mayoritas mata uang lainnya di Asia juga terdepresiasi siang ini, dengan pelemahan terdalam dialami rupee India yang melemah 0,59%, disusul peso Filipina yang melemah 0,39%.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,094 poin atau 0,1% ke level 95,673 pada pukul 11.19 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,02% atau 0,021 poin ke level 95,600, setelah pada akhir perdagangan Jum’at pekan lalu (01/02/2019) ditutup menguat hanya 0,001 poin ke level 95,579.

Dilansir Reuters, dolar AS bergerak menguat didukung oleh data tenaga kerja dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan, meskipun prospek kebijakan Federal Reserve yang berhati-hati dan perdagangan liburan di Asia cenderung membatasi kenaikan lebih lanjut.

Data pada hari Jumat menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan 304.000 lapangan kerja baru pada Januari, tertinggi dalam 11 bulan dan di atas perkiraan sebelumnya.

"Non-farm payroll kuat dan mendukung dolar. The Fed yang dovish telah memukul dolar tetapi meningkatnya saham dan data ekonomi AS yang solid telah menyebabkan pemulihan ini," kata Nick Twidale dari Rakuten Securities, seperti dikutip Reuters.

Laporan ketenagakerjaan yang solid juga menghilangkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi AS, menyebabkan para pelaku pasar memangkas ekspektasi the Fed akan perlu memangkas suku bunga untuk mendukung perekonomian akhir tahun ini.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

4 Februari

13.976

1 Februari

13.978

31 Januari

14.072

30 Januari

14.112

29 Januari

14.098

SumberBank Indonesia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top