Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KMI Wire and Cable (KBLI) Bidik Pertumbuhan Penjualan 17%

PT KMI Wire and Cable Tbk. mengincar  pertumbuhan penjualan sebesar 17% pada 2019. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  17:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT KMI Wire and Cable Tbk. mengincar  pertumbuhan penjualan sebesar 17% pada 2019. 

Sekretaris Perusahaan KMI Wire and Cable Made Yudana mengatakan, perusahaan menargetkan penjualan dapat tumbuh 17% sepanjang tahun ini. 

Sebagai informasi, berdasarkan hasil public expose pada pertengahan tahun lalu, emiten dengan kode saham KBLI memasang target pertumbuhan pendapatan sebesar 20%. Jika dibandingkan dengan target tahun lalu, target 2019 dipasang lebih rendah. 

Made mengatakan, penjualan kepada PT PLN (Persero) diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 60% terhadap total penjualan tahun ini. Hingga kuartal III/2018, pendapatan dari PLN Rp1,25 triliun atau 48,07% terhadap total pendapatan Rp2,60 triliun. 

Dalam kegiatan public expose pada pertengahan tahun itu, perseroan memperkirakan pasar aluminium, yang didominasi PLN, diharapkan dapat tumbuh signifikan. Hal ini karena target pemerintah untuk mempercepat program 35.000 MW yang direncanakan selesai awal 2020. 

"Pertumbuhan penjualan sekitar 17%. Porsi PLN sekitar 60%," katanya pada Kamis (31/1/2019). 
 
Sebagai informasi, perseroan memiliki total kapasitas produksi kabel listrik sebesar 75.000 MT, yang terdiri dari kabel listrik tembaga sebesar 30.000 MT dan kabel listri aluminium sebesar 45.000 MT. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten kmi wire
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top