Siapkan US$600 Juta, BUMN & Macquarie Bakal Kolaborasi di Infrastruktur

Sejumlah BUMN yang tergabung dalam PT Bandha Investasi akan berkolaborasi dengan Macquarie untuk membentuk investment fund dengan total investasi US$600 juta.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  01:43 WIB
Siapkan US$600 Juta, BUMN & Macquarie Bakal Kolaborasi di Infrastruktur
Pekerja dengan menggunakan alat berat meratakan tanah pada proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang di Kampung Ciputat, Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (30/1/2019). Pembangunan jalan tol sepanjang 83,6 kilometer itu merupakan salah satu realisasi program strategis pemerintah untuk membuka isolasi wilayah Banten Selatan dengan menelan dana Rp5,3 triliun dan ditargetkan selesai akhir 2019. - Antara/Muhammad Bagus Khirunas

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah BUMN yang tergabung dalam PT Bandha Investasi akan berkolaborasi dengan Macquarie untuk membentuk investment fund dengan total investasi US$600 juta.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengatakan sedang menyiapkan investment fund yang berkolaborasi dengan investor asing. Wadah tersebut menjadi saluran masuk bagi investor, khususnya asing, untuk berinvestasi di proyek infrastruktur.

Rini mengatakan banyak investor asing yang ingin masuk ke proyek infrastruktur seperti jalan tol yang sudah rampung. Artinya, ruas tersebut sudah memiliki arus kas.

“Jadi akhirnya kami bilang begini, bagaimana kalau membuat investment company. Saya minta Danareksa dan sekarang sudah negosiasi dengan beberapa investor asing,” ujarnya di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Dia mengatakan saat ini tengah melakukan finalisasi dengan Macquarie. Rencananya, sejumlah BUMN yang tergabung dalam Bandha Investasi dan Macquarie akan menaruh dana dengan total US$600 juta.

“Kami taruh US$300 juta dan mereka US$300 juta jadi 50:50,” imbuhnya.

Rini mengklaim bahwa calon investor asing itu hanya menginginkan investasi di jalan tol. Dengan demikian, dana yang dikumpulkan hanya dapat digunakan untuk dikucurkan untuk proyek jalan tol yang telah rampung.

Secara khusus, dana dari investment fund itu akan dialokasikan kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk.. Menurutnya, emiten bersandi saham WSKT membutuhkan dana untuk membangun di ruas lainnya.

“Sehingga WSKT bisa melakukan investasi berikutnya karena masih banyak jalan tol yang harus diselesaikan,” tuturnya.

Dia menyebut bahwa investor menginginkan investasi di ruas tol dalam rentang tiga tahun hingga lima tahun. Namun, harus terdapat opsi sell back dalam investasi tersebut.

Dengan demikian, Rini menyebut juga mengharapkan terdapat opsi buy back bagi ruas yang mendapatkan suntikan dana. Tujuannya, agar proyek tersebut kembali menjadi milik BUMN bila dilepas oleh investor.

Saat ini, sambungnya, masih dilakukan kajian terkait ruas mana yang akan mendapat kucuran dana segar. Pihaknya menargetkan dana segar dari investment fund tersebut dapat masuk pada April 2019.

Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian BUMN menginisiasi pembentukan BUMN Fund (Private Investment Firm), yakni PT Bandha Investasi Indonesia. Fungsi perseroan baru ini yakni menjembatani kebutuhan pendanaan proyek infrastruktur dengan para investor potensial dari berbagai pihak.

Pembentukan BUMN Fund ditandai dengan penandatanganan akta pendirian dan pengambilan, serta penyetoran saham PT Bandha Investasi Indonesia oleh 8 perusahaan pada 2018.

Adapun, kedelapan perusahaan tersebut yakni PT Bahana Kapital Investa, PT Danareksa Capital, PT Asuransi Jasa Raharja (Persero), PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT ASABRI (Persero), Perum Jamkrindo, dan PT Taspen (Persero).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, jalan tol, investor asing

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top