Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia Tenang, IHSG Pertahankan Rebound di Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,20% atau 12,59 poin ke level 6.449,07 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  13:05 WIB
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan rebound-nya pada akhir sesi I hari ini, Rabu (30/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,20% atau 12,59 poin ke level 6.449,07 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (29/1), IHSG ditutup melemah 0,34% atau 22,23 poin di level 6.436,48.

IHSG sebelumnya dibuka rebound dengan penguatan 0,14% atau 8,93 poin di level 6.445,41. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran level 6.435,42 – 6.464,77.

Empat dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dengan dorongan terbesar dari sektor konsumer yang menguat 1,15%, disusul sektor infrastruktur yang naik 0,92%.

Di sisi lain, enam sektor lainnya melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, didorong oleh sektor industri dasar yang turun 1,42%.

Sebanyak 186 saham menguat, 171 saham melemah, dan 270 saham stagnan dari 627 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing menguat 2,99% dan 1,61% menjadi penopang utama penguatan IHSG siang ini.

Di sisi lain, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing melemah 5,38% dan 1,19% menjadi penekan utama sekaligus membatasi besarnya penguatan IHSG siang ini.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia cenderung bergerak variatif siang ini, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura yang turun 0,23%, indeks FTSE Malay KLCI melemah 0,07%, dan indeks indeks SE Thailand yang menguat 0,08%.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing melemah 0,29% dan 0,43%, indeks Shanghai Composite melemah 0,14%, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,05% dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,51%.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia cenderung stabil pada perdagangan hari ini karena investor menunggu kebijakan Federal Reserve dan hasil pembicaraan perdagangan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan China, sementara laporan kinerja Apple Inc memberikan sedikit kelegaan.

Saham Apple naik 5,7% setelah penutupan karena produsen iPhone tersebut melaporkan pertumbuhan tajam dalam bisnis layanannya.

Investor merasa lega bahwa tidak ada berita buruk baru setelah perusahaan mengejutkan pasar keuangan pada awal bulan ini ketika memproyeksikan penurunan pendapatan menyusul ketegangan perdagangan AS-China.

CEO Apple Tim Cook, yang secara teratur melakukan kontak dengan Presiden AS Donald Trump, juga mengatakan ketegangan perdagangan antara AS dan Cina mereda pada Januari.

Hal itu membantu meningkatkan optimisme seputar pembicaraan perdagangan tingkat tinggi saat ini antara kedua negara, meskipun banyak investor masih pesimis bahwa kedua negara dapat menjembatani perbedaan atas sejumlah masalah, seperti hak kekayaan intelektual dan transfer teknologi.

"Tampaknya Desember adalah bulan terburuk dan sejak itu segalanya mungkin mulai sedikit pulih. Jika kita bisa melihat lebih banyak bukti seperti itu, sentimen pasar akan didukung," kata Nobuhiko Kuramochi, analis Mizuho Securities, seperti dikutip Reuters.

"Namun, masih belum jelas seberapa kuat pemulihan seperti itu akan terjadi. Saya berani bertaruh pasar akan berada di kisaran saat ini," katanya.

Investor juga melihat hasil pertemuan Federal Reserve hari ini, dengan harapan para pembuat kebijakan akan memperkuat sikap dovish mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top