PZZA Alokasikan Belanja Modal Rp450 Miliar untuk Buka 60 Gerai Pizza Hut

Emiten restoran dengan brand Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk. mengalokasikan belanja modal Rp450 miliar untuk tahun ini, guna merealisasikan penambahan hingga 60 gerai baru pada 2019.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 27 Januari 2019  |  15:59 WIB
PZZA Alokasikan Belanja Modal Rp450 Miliar untuk Buka 60 Gerai Pizza Hut
Marketing Director SoftBank Robotics Kan Kiyota (kiri) dan Vice President Innovation Management Digital Payment and Labs Asia Pacific Mastercard Tobias Puehse (kanan) saat peluncuran Pepper, robot yang mampu menerima pesanan sekaligus pembayaran di gerai Pizza Hut, Safra Punggol, Singapura, Rabu (14/3/2018). - JIBI/Puput Ady Sukarno

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten restoran dengan brand Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk. mengalokasikan belanja modal Rp450 miliar untuk tahun ini, guna merealisasikan penambahan hingga 60 gerai baru pada 2019.

Direktur Sarimelati Kencana Joe Sasanto mengatakan, perseroan telah merealisasikan penambahan 60 gerai pada tahun lalu. Adapun, gerai yang paling banyak dibuka yakni Pizza Hut Delivery (PHD) sebanyak 44 gerai.

Sedangkan, Pizza Hut Restaurant (PHR) sebanyak 12 gerai dan Pizza Hut Express (PHE) sebanyak 4 gerai. PHD biasanya berupa ruko dengan ukuran sekitar 100 meter persegi.

Adapun, PHE merupakan konsep Pizza Hut dengan ukuran yang lebih kecil dengan fokus melayani pelanggan agar lebih cepat. Lokasi PHE biasanya berada di mal, tempat keramaian, food court, dan lain lain.

Jika jumlah outlet hingga akhir 2017 sebanyak 392 gerai, maka jumlah gerai hingga akhir 2018 sebanyak 452 gerai.

"Untuk PHE ada di Kalibata City, Depok Town Square, Tunjungan Plaza, Season City dan Palembang Square," katanya pada Jumat (25/1/2019).

Dia mengatakan, perusahaan mengalokasikan Rp450 miliar untuk belanja capex di tahun 2019. Alokasi capex dilakukan untuk menambah 50 gerai - 60 gerai baru, sama dengan penambahan gerai pada tahun lalu.

Sumber pendanaan capex berasal dari hasil IPO, selain juga sebagian lagi dari dana hasil operasional perusahaan. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI yang dikutip pada Minggu (27/1/2019), PZZA memiliki sisa dana hasil penawaran umum per 31 Desember 2018 sebesar Rp180,68 miliar dan US$722.772,46 yang berasal dari penawaran umum perdana atau IPO dengan tanggal efektif 15 Mei 2018. 

"Pembukaan gerai di 2019, untuk komposisi belum bisa dipastikan karena sebagian lokasi belum final. Namun, PHD yang lebih banyak yang diikuti PHR (restaurant). Tahun ini ada tambahan konsep Pizza Hut Express yang baru kami buka 4 outlet di 2018," imbuhnya.

Penambahan gerai baru sebagian besar di Pulau Jawa dan tambahan beberapa kota baru. Melalui penambahan gerai baru, emiten dengan kode saham PZZA ini menargetkan pertumbuhan dua digit pada tahun ini.

Guna mendorong penjualan, perseroan juga bakal mengenalkan produk baru, renovasi outlet secara berkala, serta menyediakan aplikasi untuk customer Pizza Hut. Perseroan juga menyiapkan promo menarik terkait dengan ulang tahun ke 35 Pizza Hut Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2018, PZZA mencatatkan penjualan bersih tumbuh 13,07% menjadi Rp2,57 triliun. Sedangkan laba periode berjalan tumbuh 20,52% menjadi Rp101,55 miliar.

Pada perdagangan yang ditutup Jumat (25/1/2019), saham PZZA ditutup pada level Rp1.000 per saham, turun 5 poin atau 0,50%. Secara year to date, saham PZZA naik 13,64%. Kapitalisasi pasar PZZA sebesar Rp3,02 triliun dengan PER 22,22 kali. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pizza hut

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup