Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OPEC dan Sekutu Fokus Jaga Suplai Minyak

OPEC dan sekutunya tidak mengesampingkan mengambil tindakan lebih lanjut pada pertemuan mereka berikutnya pada April 2019, jika persediaan minyak meningkat pada kuartal pertama tahun ini.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  11:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—OPEC dan sekutunya tidak mengesampingkan mengambil tindakan lebih lanjut pada pertemuan mereka berikutnya pada April 2019, jika persediaan minyak meningkat pada kuartal pertama tahun ini.

Khawatir dengan penurunan harga minyak dan meningkatnya pasokan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara non-OPEC seperti Rusia sepakat pada Desember untuk kembali mengurangi produksi pada 2019. Para produsen akan bertemu pada 17-18 April 2019 untuk meninjau pakta tersebut.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo menyampaikan, pihaknya tidak mengesampingkan tindakan lebih lanjut jika stok minyak di negara-negara industri terus naik di atas rata-rata lima tahun.

"Kami tetap fokus pada keseimbangan penawaran-permintaan. Tantangan kami adalah menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran," kata Barkindo, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/1/2019).

“Kami telah melihat persediaan meningkat melebihi rata-rata lima tahun. Beberapa bulan yang lalu kita melihat defisit. Kami bermaksud untuk memastikan stok tetap dalam rata-rata lima tahun,” tambahnya.

Pemulihan harga minyak tahun ini akan meningkatkan harapan di antara produsen bahwa kesepakatan untuk memotong pasokan, yang dimulai pada 1 Januari 2019, bekerja dengan baik. Harga minyak Brent telah naik hingga di atas US$60 per barel, setelah turun di bawah US$50 per barel pada akhir 2018.

Namun demikian, stok minyak di negara-negara OECD - yang digunakan sebagai tolok ukur oleh produsen untuk mengukur efektivitas pengurangan pasokan mereka - berada di atas rata-rata lima tahun pada November 2018.

Oleh karena itu, OPEC dan sekutunya berjanji untuk menurunkan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) mulai 1 Januari 2019. Pangsa OPEC adalah 800.000 barel per hari.

Barkindo mengatakan produsen melakukan pengurangan produksi minyak yang signifikan untuk menghindari penumpukan selama kuartal pertama, dan pasar minyak bereaksi dengan baik.

Eksportir top Arab Saudi melakukan pemangkasan sepihak terhadap produksinya sendiri pada Desember, menjelang dimulainya kesepakatan.

"Kami telah melihat pemotongan agresif oleh produsen terkemuka untuk menghindari kebangkitan inventaris kuartal I/2019. Kami cukup puas dengan respons pasar,” ," katanya.

OPEC dan sekutu-sekutunya telah memangkas produksi sejak 2017 untuk mendukung harga minyak, sambil mengawasi para produsen di Amerika Serikat, yang tidak ikut dalam pemotongan tersebut, meningkatkan produksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak

Sumber : reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top