Kemenkeu Luncurkan SBR005, Ini Cara Memesannya

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan resmi meluncurkan instrumen saving bond retail seri SBR005, Kamis (10/1/2019).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 10 Januari 2019  |  10:18 WIB
Kemenkeu Luncurkan SBR005, Ini Cara Memesannya
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (tengah), Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting (kiri), dan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti memberikan keterangan, di Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan resmi meluncurkan instrumen saving bond retail seri SBR005, Kamis (10/1/2019).
 
Peluncuran dilakukan melalui acara bincang santai yang digelar Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama mitra distribusi di Giyanti Coffe, Jakarta.
 
Hadir dalam acara tersebut yakni Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu Loto Srinaita Ginting, Board of Trustee CSAI National and International Barista Judges Tuti H. Mochtar, serta Financial Planner and Educator Prita Hapsari Ghozie yang juga co-founder @zapfinance.
 
Instrumen ini diluncurkan dengan kupon minimal 8,15% per tahun atau 215 bps di atas BI 7 Days (Reverse) Repo Rate (7DRRR). Kupon ini bersifat floating with floor.

Artinya, kupon akan terus meningkat seiring kenaikan BI 7DRR dengan spread tetap 215 bps, tetapi tidak akan turun lebih rendah dari 8,15% bila BI 7 DRR turun di bawah 6%.
 
Loto mengatakan pemerintah mengangkat tema "Kopi dan Investasi" bagi peluncuran instrumen ini untuk menunjukkan bahwa sama seperti kopi, investasi kini sudah menjadi gaya hidup kalangan muda. Pemerintah ingin mengajak seluruh masyarakat untuk rutin berinvestasi, seperti halnya rutin menikmati kopi.
 
"SBR005, investasi kini untuk nanti," ujarnya bersama jajaran perwakilan mitra distribusi sembari mengangkat cangkir kopi, sebagai tanda resminya pembukaan masa penawaran instrumen ini, Kamis (10/1).
 
Instrumen ini dipasarkan pada 10-24 Januari 2019. Investor dapat melakukan pemesanan secara online dengan nilai minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar per investor.
 
Investor dapat melakukan pemesanan melalui 11 mitra distribusi. Sebanyak 6 mitra distribusi tersebut berupa bank, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BCA, Bank Permata, dan Bank BTN.

Selain itu, pemesanan juga bisa dilakukan melalui Trimegah Sekuritas, Bareksa, atau Tanamduit. Pilihan lainnya yakni melalui financial technology (fintech) Peer-to-Peer (P2P) lending, yakni Modalku dan Investree.
 
Instrumen ini memiliki tenor 2 tahun dan tidak dapat ditarik kembali hingga jatuh tempo, yakni pada 10 Januari 2021. Investor hanya bisa melakukan pencairan maksimal 50% dari nilai investasinya setelah 1 tahun, yakni pada 27 Januari-4 Februari 2020.
 
Berikut cara memesan SBR005:
 
1. Calon investor melakukan regiatrasi melalui sistem elektronik mitra distribusi dengan memasukkan data diri, nomor Single Investor Identification (SID), rekening dana nasabah, dan rekening surat berharga.

2. Melakukan pemesanan SBR005 setelah membaca ketentuan dalam memorandum informasi SBR005.

3. Melakukan pembayaran melalui bank persepsi (bank, ATM, mobile banking, internet banking) dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan menggunakan kode pembayaran yang muncul setelah pemesanan selesai dan/atau yang dikirim melalui surat elektronik.

4. Pemesanan telah sukses ditandai dengan diterimanya Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) serta notifikasi dari mitra distribusi setelah proses settlement dilakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkeu, surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top