Minyak Reli, Harga Batu Bara Masih Turun

Harga batu bara di bursa ICE Newcastle melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan Senin (7/1/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  07:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa ICE Newcastle melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan Senin (7/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Januari 2019 berakhir di level US$99,05 per metrik ton dengan pelemahan 0,45% atau 0,45 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (4/1/2019), harga batu bara kontrak Januari juga berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,10% atau 0,10 poin di US$99,50 per metrik ton, penurunan hari keempat berturut-turut.

Sejalan dengan harga batu bara Newcastle, harga batu bara di bursa ICE Rotterdam untuk kontrak teraktif Januari 2019 lanjut berakhir merosot 2,34% atau 1,95 poin di posisi 81,50, pelemahan hari keempat berturut-turut.

Sebaliknya, di Zhengzhou Commodity Exchange, kenaikan harga batu bara thermal untuk pengiriman Mei 2019 mampu berlanjut pada perdagangan hari kedua, dengan ditutup menguat 0,46% atau 2,6 poin di level 566,6 yuan per metrik ton pada perdagangan Senin.

“Persediaan batu bara di pembangkit-pembangkit listrik telah menurun tajam sehingga membantu menstabilkan harga spot,” jelas China Coal Transport and Distribution Association, dalam risetnya, seperti dikutip Bloomberg.

Di sisi lain, harga minyak mentah mencatat kenaikan harian terpanjang dalam lebih dari 17 bulan terakhir setelah pembicaraan perdagangan baru antara Amerika Serikat dan China menambah optimisme bahwa kelebihan pasokan global akan dihindari.

Pada perdagangan Senin (7/1/2019), harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,2% atau 0,56 poin di level US$48,52 di New York Mercantile Exchange. WTI telah naik hampir 7% sejak awal tahun ini, menghapus sebagian besar penurunan 11% pada bulan Desember.

Adapun minyak Brent untuk kontrak Maret berakhir naik 0,5% di level US$57,33 di ICE Futures Europe Exchange di London. Minyak mentah patokan global ini diperdagangkan lebih tinggi US$8,51 dibandingkan WTI untuk bulan yang sama.

Vikas Dwivedi, analis minyak dan gas global untuk Macquarie Capital Inc mengatakan, minyak mentah telah pulih bulan ini setelah mencatat kinerja kuartalan terburuk sejak 2014 pada kuartal IV/2018.

Data pengiriman menunjukkan OPEC menindaklanjuti janji untuk membatasi pasokan, dan pedagang yang menyerah dengan keadaan pasar akhir tahun lalu telah kembali dalam suasana beli pada 2019.

"Ini hanya pasar yang dihidupkan kembali secara luas. Banyak dari orang-orang hanya berkata: Saya akan berhenti pada akhir tahun lalu dan berbicara dengan investor mereka. Tapi mereka kembali (awal tahun ini)," ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Meskipun Goldman Sachs Group Inc. memangkas perkiraan harga minyak 2019 pada hari Senin, menyusul kembalinya pasokan berlebih dan peningkatan output minyak shale AS, Goldman mengatakan penurunan harga akhir 2018 berlebihan.

Sementara itu, pernyataan dovish dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell membantu mendorong dolar AS ke level terendah sejak Oktober, sehingga menjadi katalis positif untuk komoditas seperti minyak yang dijual dengan denominasi dolar AS.

"Pernyataan dari gubernur The Fed menuju ke arah apa yang diinginkan pasar," kata Kim Kwangrae, analis komoditas di Samsung Futures Inc. di Seoul. "Pada saat yang sama, ada peningkatan harapan bahwa OPEC+ akan memangkas produksinya mulai bulan ini."

Pelaku pasar masih harus mempertimbangkan prospek lonjakan pasokan AS. Persediaan di pusat penyimpanan minyak mentah utama di Cushing, Oklahoma, diperkirakan naik 700.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg.

Namun, data dari penyedia layanan ladang minyak Baker Hughes pekan lalu menunjukkan rig minyak yang beroperasi di AS turun untuk pertama kalinya sejak pertengahan Desember.

Menambah sentimen positif harga minyak, para pejabat AS dan China memulai negosiasi pada hari Senin dengan harapan mencapai kesepakatan dalam periode gencatan perang perdagangan selama 90 hari antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

7 Januari   

99,05

(-0,45%)

4 Januari

99,50

(-0,10%)

3 Januari

99,60

(-1,48%)

2 Januari

101,10

(-0,93%)

31 Desember

102,05

(-0,54%)

Sumber: Bloomberg

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top