Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelita Samudera (PSSI) Tambah Kapal Induk dan Kapal Tunda

Emiten pelayaran PT Pelita Samudera Shipping Tbk. menyebut baru saja melakukan pembelian dua kapal masing-masing satu unit kapal induk kelas Handysize dan Kapal Tunda. Keduanya telah diserahkan kepada perseroan akhir 2018.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  17:47 WIB
Pengguna kapal tongkang beraktivitas di Sungai Batanghari yang surut di Sejinjang, Jambi Timur, Jambi, Selasa (28/7). - Antara
Pengguna kapal tongkang beraktivitas di Sungai Batanghari yang surut di Sejinjang, Jambi Timur, Jambi, Selasa (28/7). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Pelita Samudera Shipping Tbk. menyebut baru saja melakukan pembelian dua kapal masing-masing satu unit kapal induk kelas Handysize dan Kapal Tunda. Keduanya telah diserahkan kepada perseroan akhir 2018.

Sekretaris Perusahaan Pelita Samudera Shipping Imelda Agustina Kiagoes menyampaikan bahwa penambahan dua armada baru tersebut merupakan upaya perseroan untuk mempeluas basis pelanggan sekaligus menggarap potensi logistik di tanah Air.

“Pemerintah menggenjot infrastruktur berbasis maritim seperti pembangunan beberapa pelabuhan baru, bangkitnya industri pengolahan mineral Indonesia, dan tambahan pembangkit milik PLN, yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan untuk industri logistik,” ungkap Imelda melalui keterangan resmi, Selasa (8/1/2018).

Imelda mengungkapkan perseroan menggelontorkan investasi hingga US$9,7 juta untuk pembelian satu unit Kapal Induk (Mother Vessel) Handysize dengan kapasitas 32.000 dwt. Satu unit kapal tunda yang dibeli perseroan memiliki kapasitas 2x1.200 hp.

Perseroan membeli kapal tunda tersebut untuk menjawab kebutuhan pengangkutan batu bara. Dengan penambahan dua armada tersebut, perseroan memiliki total 80 unit armada yang terdiri dari 38 unit kapal tunda, 37 unit kapal tongkang, 3 unit fasilitas muatan apung, dan 2 unit kapal induk kelas Handysize. Sebagai catatan, perseroan memiliki 77 unit armada per akhir 2017.

Emiten dengan sandi PSSI tersebut mencatat telag menghabiskan US$9,6 juta belanja modal selama Januari—September 2018. Penambahan dua armada teranyar tersebut mengerek belanja modal perseroan pada 2018 mencapai US$19,8 juta, lebih tinggi 26,11% dari realisasi 2017 yang sebesar US$15,7 juta.

Sementara itu, PSSI mengerek proyeksi belanja modal perseroan pada tahun ini hingga berpotensi menyentuh US$50 juta dari sebelumnya maksimal US$40 juta. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk penambahan kapal induk, kapal tongkang, dan kapal tunda.

Head of Investor Relation Pelita Samudera  Shipping Adi Hartadi sebelumnya menyampaikan bahwa perseroan tetap berharap iklim bisnis pada tahun ini positif sehingga perseroan dapat menggelontorkan capex dua kali lipat dari tahun lalu.

“Di tahun 2018 kami sudah anggarkan belanja modal US$20 juta. Pada kami akan lihat dulu, kalau kondisi bisnis dan perekonomian kondusif, kami akan double-kan belanja modalnya ke US$40 juta,” ungkap Adi belum lama ini.

Adi menjelaskan dari alokasi belanja modal tersebut, perseroan akan menggunakan 50%—60% di antaranya untuk belanja kapal induk atau Mother Vessel. Sebesar 30%—40% akan digunakan untuk belanja kapal Tug and Boat, sedangkan sisanya untuk perawatan atau maintenance.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten Pelita Samudera Shipping
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top