INAF Incar Penjualan Hingga 15% Tahun Depan

Emiten farmasi, PT Indofarma Tbk. memproyeksikan pertumbuhan penjualan pada tahun depan sekitar 13%-15%.
Novita Sari Simamora | 26 Desember 2018 14:24 WIB
Karyawan memeriksa obat yang diproduksi PT Indofarma Tbk. di Cibitung Bekasi, Jawa Barat. - .Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten farmasi, PT Indofarma Tbk. memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahun depan sekitar 13%-15%.

Finance & Human Capital Director Indofarma Herry Triyatno menuturkan, kondisi ekonomi dunia masih belum stabil, ditambah lagi harga minyak dunia sedang turun dan bank sentral Amerika Serikat berencana menaikkan suku bunga.

Dia mengatakan, faktor eksternal tersebut memberikan dampak pada kinerja perseroan tahun depan. Selain itu, faktor dari dalam negeri seperti pemilihan presiden juga berpotensi mempengaruhi kinerja perseroan.

"Tahun depan, kami bisa targetkan pertumbuhan [penjualan] 13%-15%," ungkapnya, Rabu (26/12/2018).

Hingga September 2018, penjualan bersih mencapai Rp739,17 miliar, turun 4,7% dari posisi Rp776,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Untungnya, emiten bersandi saham INAF juga berhasil menurunkan beban pokok penjualan hingga 9,1% year on year, menjadi Rp546,44 miliar pada September 2018.

Lebih rinci, penjualan INAF di dalam negeri senilai Rp729,8 miliar hingga September 2018 turun 5,3% year on year, sedangkan penjualan ekspor senilai Rp9,36 miliar, naik 74,9% y-o-y.

Sementara itu, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga September 2018 senilai Rp34,09 miliar. Kerugian INAF berhasil diturunkan dari posisi Rp64,14 miliar pada September 2017. Meskipun INAF mengalami kerugian hingga September 2018, Herry optimistis pada tahun depan akan membukukan keuntungan. "Jadi yang ingin disampaikan, kami memproyeksikan untung, tetapi jangan disampaikan berapa kali lipat," tambahnya.

Dia mengatakan, penopang penjualan INAF pada tahun depan adalah segmen non farmasi seperti penjualan peralatan kesehatan. Hingga September 2018, penjualan alat kesehatan, diagnostik dan lain-lain senilai Rp147,87 miliar, turun 32% year on year dari posisi Rp217,73 miliar.

Tag : inaf
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top